Tiongkok Temukan 'Pneumonia Misterius' di Kazakhstan, Diklaim Lebih Mematikan Dari Corona
Shutterstock
Dunia
Pandemi Virus Corona

Tiongkok menyebut Kazakhstan saat ini sedang berjibaku melawan wabah 'pneumonia misterius' yang diklaim lebih mematikan ketimbang COVID-19. Bahkan diklaim menginfeksi sampai 600 orang setiap hari.

WowKeren - Saat ini dunia masih dibuat geger dengan wabah virus Corona yang belum ada solusinya. Dan kekinian Tiongkok justru kembali mengonfirmasi keberadaan sebuah penyakit pernapasan yang diklaim lebih mematikan daripada COVID-19 di Kazakhstan.

Dikutip dari South China Morning Post, Kedutaan Besar Tiongkok di Kazakhstan mengaku sudah memberi peringatan soal adanya wabah yang disebut sebagai "pneumonia misterius" di negara tersebut. Jumlah pasien positifnya melonjak sejak Juni 2020 lalu dan disebut-sebut lebih mematikan ketimbang COVID-19 yang bahkan telah menyebabkan 557.925 meninggal dunia.


"Tingkat kematian dari penyakit ini jauh lebih tinggi daripada virus Corona baru," ujar Kedubes Tiongkok dalam pernyataan resminya, dilansir Jumat (10/7). "Departemen kesehatan negara itu sedang melakukan penelitian komparatif terhadap virus pneumonia, tetapi belum mengidentifikasi virusnya."

Kendati demikian, pemerintah Kazakhstan tampaknya menilai penyakit tersebut sebagai pneumonia biasa. Selain itu tak jelas pula apa alasan Kedubes Tiongkok sampai melabeli penyakit pernapasan itu sebagai "pneumonia misterius" alih-alih menganggapnya biasa saja seperti media dan pejabat setempat.

Lebih lanjut dilaporkan ada 3 daerah yang diklaim menjadi pusat penyebaran wabah pneumonia misterius ini. Mengutip media lokal, Kedubes Tiongkok menyebutkan Provinsi Atyrau, Provinsi Atobe, dan Kota Shymkent sebagai tempat dengan lonjakan kasus yang signifikan sejak pertengahan Juni.

Kedubes Tiongkok menyebut sejauh ini ada hampir 500 kasus pneumonia di tiga tempat, dengan lebih dari 30 orang dalam kondisi kritis. Kazakhstan sendiri mengonfirmasi soal 1.772 kematian akibat pneumonia pada awal tahun ini, dengan nyaris 628 diantaranya terjadi pada Juni 2020. Yang dikonfirmasi meninggal pun beberapa diantaranya adalah WN Tiongkok.

"Kedutaan Tiongkok di Kazakhstan mengingatkan warga negara Tiongkok di sini untuk mewaspadai situasi," tutur Kedubes Tiongkok. "Dan meningkatkan pencegahan untuk menurunkan risiko infeksi."

Sementara itu Kepala Departemen Perawatan Kesehatan di Ibu Kota Nur Sultan, Saule Kisikova, membenarkan soal ratusan orang yang didiagnosis mengalami pneumonia setiap hari. "Sekitar 300 orang yang didiagnosis menderita pneumonia dirawat di rumah sakit setiap hari," tutur Kisikova.

Kisikova juga mengiyakan perihal adanya peningkatan kasus positif pneumonia yang mencapai 600 orang dalam sehari. Hanya saja ia tak memberikan keterangan apa-apa soal tudingan "pneumonia misterius" yang dilontarkan Tiongkok.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts