Badan Kesehatan AS Sebut Tutup Sekolah Lebih Berisiko Dibanding Dibuka Kala Pandemi
AP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut sekolah-sekolah di AS tidak memiliki alasan untuk tetap menutup kegiatan belajar-mengajar dengan bertatap muka.

WowKeren - Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, mengatakan bahwa tetap menutup sekolah pada tahun akademik mendatang berisiko lebih besar bagi kesehatan anak-anak daripada membukanya kembali, bahkan di tengah pandemi COVID-19.

Redfield menyebut bahwa pedoman CDC yang dikeluarkan mengenai penyelenggaraan sekolah selama pandemi dirancang untuk memfasilitasi sekolah-sekolah yang akan dibuka kembali. Sehingga, sekolah-sekolah di AS tidak memiliki alasan untuk tetap menutup kegiatan belajar-mengajar dengan bertatap muka.


Redfield juga mengatakan bahwa pembukaan kegiatan belajar mengajar secara normal sangat diperlukan saat ini demi memulihkan sistem pendidikan nasional. "Saya tidak bisa melebih-lebihkan seberapa pentingnya saya rasa kini waktunya untuk membuka kembali sekolah-sekolah kita di negara ini," kata Redfield selama KTT virtual Health Reimagined.

"Alasan saya mendorong ini, karena saya benar-benar percaya itu demi kepentingan pendidikan bagi anak-anak ini," imbuh Redfield menambahkan.

Sekolah-sekolah di AS memang sedang berjuang mempersiapkan tahun ajaran baru saat pandemi melonjak secara nasional. Redfield mengatakan bahwa tidak ada pedoman CDC, mengenai pembukaan tempat belajar-mengajar, yang secara inheren terlalu merugikan untuk ditangani oleh sekolah. Ia mengaku tidak ingin sekolah-sekolah di AS berpura-pura tidak mengetahui bahwa virus "relatif jinak" bagi kaum muda.

Di sisi lain, pada Rabu (8/7), Presiden AS Donald Trump mengecam pedoman CDC untuk pembukaan sekolah karena dinilainya tidak praktis dan mahal. Trump sendiri sebenarnya telah meminta agar sekolah-sekolah kembali dibuka, tetapi tidak ada rencana dari pemerintah federal untuk mengoordinasikan upaya tersebut.

Sebagai informasi tambahan, sampai saat ini AS masih dihantui tren penularan virus corona yang meningkat signifikan. Dalam sehari, pejabat kesehatan AS masih menemukan puluhan ribu kasus baru.

Berdasarkan statistik Worldometers.info, AS masih menjadi negara dengan kasus dan kematian corona tertinggi di dunia. Negeri Paman Sam tersebut tercatat memiliki lebih dari 3,2 juta kasus corona. Sedangkan untuk korban tewas, AS mencatat sebanyak 136,671 kematian.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts