Usai Kasus COVID-19 Secapa AD, Kini Muncul Klaster Pondok Pesantren di Gontor
Nasional
COVID-19 di Indonesia

7 kasus baru COVID-19 ditemukan pada para santri di Pondok Modern Gontor kampus 2, Ponorogo, Jawa Timur usai menjalani tes swab PCR. Para santri tersebut berasal dari luar daerah.

WowKeren - Jawa Barat beberapa waktu terakhir telah menjadi sorotan masyarakat lantaran terjadi lonjakan kasus baru virus corona (COVID-19). Bahkan muncul klaster-klaster baru salah satunya di lingkup asrama seperti Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD di Bandung dan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) AD.

Meski terjadi penambahan kasus di Jawa Barat, jumlah kasus COVID-19 di Jawa Timur juga tak boleh disepelekan. Apalagi telah muncul klaster baru yaitu pondok pesantren dimana 7 santrinya dinyatakan positif COVID-19.


Adalah santri di Pondok Modern Gontor kampus 2, Ponorogo, Jawa Timur yang dinyatakan positif terinfeksi corona usai melakukan tes swab PCR. Para santri tersebut semuanya berasal dari luar daerah.

Kasus ini mengacu data resmi yang dikeluarkan Pemkab dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Ponorogo, sejak Minggu (6/7) yang mengonfirmasi adanya kasus pertama COVID-19 hingga Rabu (8/7) yang menyatakan penambahan 6 kasus baru hingga total menjadi 7 orang.

Pada kasus pertama, santri yang teridentifikasi positif Corona berasal dari Sidoarjo. Kasus ini diketahui setelah Dinas Kesehatan Ponorogo mendapat informasi dari Dinkes Jatim bahwa ayah salah satu santri di Pondok Modern Gontor, dengan nama dan alamat disebut spesifik, positif COVID-19.

Selang dua hari kemudian, Rabu (8/7), Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni kembali mengumumkan hasil tes usap PCR di BPTKL Surabaya yang mengonfirmasi adanya enam santri, dari total 10 kasus baru, yang terkonfirmasi di Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Ponorogo. Dari enam santri itu, dua orang di antaranya berasal Makassar, satu santri dari Manado, satu santri dari Banjarmasin, satu santri dari Ternate, dan satu santri lagi dari Gowa, Sulawesi Selatan.

Sama seperti santri terpapar COVID-19 pertama asal Sidoarjo, keenam santri asal luar Jawa ini diketahui masuk Pondok Gontor dengan membawa surat keterangan sehat, namun tanpa disertai hasil tes cepat (rapid test) COVID-19. "Pondok Modern Gontor Kampus 2 menegaskan bahwa selama ini tidak ada kasus COVID-19 di Pondok Modern Gontor," ujar Wakil Pengasuh Pondok Modern Gontor Kampus 2, Muhammad Hudaya. "Temuan kasus (pertama) bukan berasal dari lingkungan dalam Pondok Modern Gontor, tapi berasal dari luar pondok, yakni dari Sidoarjo."

Menanggapi kasus COVID-19 baru yang terjadi di pondok pesantren ini membuat Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin buka suara. Menurutnya, pihaknya telah membuat panduan pendidikan dan protokol kesehatan di pesantren selama pandemi COVID-19 dan apabila panduan tersebut dipatuhi tentunya kasus terinfeksi bisa dicegah.

"Asumsi kita ketika syarat (pelaksanaan pendidikan pesantren saat pandemi) itu bisa dilaksanakan, itu bisa memitigasi potensi penyebaran covid," kata Kamaruddin Amin dalam diskusi online Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jumat (10/7).

Kendati demikian, Kamaruddin menuturkan, walaupun sudah ada ketentuan pendidikan pesantren pada masa pandemi, bukan berarti pesantren akan bebas sepenuhnya dari COVID-19.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts