Bali Resmi New Normal, Konsep Sustainable Tourism Bakal Diterapkan
Pxhere
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

Bali resmi memulai Tatanan Hidup Normal Baru atau new normal pada Kamis (9/7) lalu. Sejalan dengan hal ini, Bali pun menerapkan pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism dalam pengembangan sektor wisatanya.

WowKeren - Bali telah resmi memulai masa Tatanan Hidup Normal Baru atau new normal pada Kamis (9/7) lalu. Sejalan dengan hal tersebut, Bali pun menerapkan pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism sebagai aspek terpenting bagi pengembangan sektor pariwisata.

Sustainable tourism adalah konsep pariwisata yang sedang dibangun oleh pemerintah Provinsi Bali. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan bahwa destinasi wisata selama penerapan era new normal ini akan mengedepankan prinsip pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism yang menonjolkan daya tarik budaya, alam dan masyarakat Bali.


Pria yang kerap disapa Cok Ace ini kemudian melanjutkan jika daya tarik Bali tidak hanya pada keindahan alamnya saja, tetapi juga budaya dan tradisi yang ditanamkan oleh masyarakat Bali. Dengann adanya konsep sustainable tourism ini, ia berharap Bali tidak hanya dikenal memiliki lanskap pantai yang indah tapi juga nilai budaya yang dijunjung oleh masyarakat.

"Sustainable tourism adalah pariwisata yang sangat sederhana. Pariwisata yang tidak merusak kekuatan daya tariknya," ujar Cok Ace dalam Webinar bertajuk 'Road Map To Bali Next Normal', Jumat (10/7). "Apa yang menjadi daya tarik Bali adalah alam, manusia, dan budaya."

Masyarakat Pulau Dewata sendiri memiliki kesadaran kolektif, kearifan lokal sejak lama dan masih menjaga dan merawat modal sosial, seperti misalnya nilai adat istiadat, tradisi, budaya, dan lingkungan. Kondisi ini tentu membuat Bali menjadi wilayah yang dianggap siap menerapkan konsep pariwisata sustainable tourism.

Mengutip dari situs UNESCO, pariwisata berkelanjutan didefinisikan sebagai kegiatan pariwisata yang menghormati masyarakat lokal, para wisatawan, warisan budaya serta lingkungan. Karena itu, tak heran jika Bali menganggap laju perkembangan industri pariwisata mesti diiringi dengan kesadaran masyarakat dalam melestarikan objek wisata.

Sementara itu, kawasan Bali akan mulai dibuka secara bertahap mulai dari perdagangan, industri hingga pariwisata. Pulau Dewata itu juga siap menyambut wisatawan domestik mulai 31 Juli 2020 mendatang. Tak sampai disitu, Bali rencananya akan membuka kembali pintu untuk wisatawan mancanegara mulai 11 September 2020, saat tahap ketiga dimulai.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts