Potensi Penularan COVID-19 Lebih Tinggi di Ruang Tertutup, Ini Alasannya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Disarankan untuk tidak memasuki ruangan yang memiliki sirkulasi udara buruk. Ventilasi udara yang kurang baik mengakibatkan sirkulasi udara juga tidak bisa berjalan lancar.

WowKeren - Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui jika virus corona terbukti mampu menyebar melalui udara melalui partikel kecil. Namun, siapa sangka jika penularan di ruang tertutup lah yang justru harus lebih diwaspadai.

Pasalnya, penularan virus COVID-19 di ruang tertutup lebih tinggi dibanding ruangan terbuka. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Subandrio.


"Sebenarnya kita harus waspadai," kata Amin, Sabtu (11/7). "Bahwa di dalam ruang tertutup itu risikonya lebih tinggi dibandingkan di ruang terbuka."

Lebih lanjut, ia menyebut jika semburan virus corona dari orang yang tertular bersifat droplet. Itu artinya, virus lebih besar di atas 5 mikromilimeter dan dapat langsung jatuh ke bawah.

Namun penularan lewat udara, partikelnya tak langsung jatuh. Maka dari itu, hal ini dikhawatirkan akan meningkatkan risiko penularan. Risiko penularan akan diperburuk dengan kondisi ruangan yang tidak memiliki ventilasi cukup.

"Dan itu dimungkinkan kalau di dalam ruangan yang sirkulasinya atau ventilasinya buruk," lanjut dia. "Ini yang menjadi problem."

Namun yang jelas, penularan COVID-19 sebagian besar terjadi melalui kontak droplet. Dengan WHO yang sudah mengakui jika ada kemungkinan virus corona menular lewat aerosol transmission seharusnya hal ini dijadikan sebagai pengingat untuk terus memperhatikan protokol kesehatan.

Selain itu, sebaiknya tidak memasuki ruangan yang memiliki sirkulasi udara buruk. Misalnya dalam gedung pusat kebugaran. Ia menyebut jika sebelumnya pernah dilaporkan adanya klaster dari sebuah pusat kebugaran.

"Jadi kegiatan-kegiatan dalam gedung kan banyak misalnya melakukan olahraga dalam gedung misalnya di tempat kebugaran gitu," tutur Amin. "Tempat kebugaran itu juga sudah dilaporkan waktu itu pernah ada tiba-tiba ada cluster, banyak peserta kebugaran yang terinfeksi."

Ventilasi udara yang kurang baik mengakibatkan sirkulasi udara juga tidak bisa berjalan lancar. "Udaranya masih berputar di sekitar di situ-situ saja. Kalau di antara peserta ada yang membawa virus, ya kemungkinan besar peserta kebugaran yang lain akan terinfeksi," lanjutnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts