Kembali Bertambah, KSAD Ungkap 1.280 Orang di Secapa AD Bandung Positif Corona
https://secapaad.mil.id/
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pada kesempatan yang sama, KSAD Jenderal Andika Perkasa juga mengungkap pasien COVID-19 di klaster Pusdikpom Kota Cimahi juga bertambah menjadi 101 orang.

WowKeren - Jawa Barat tengah dibuat geger dengan klaster wabah virus Corona baru di Bandung, tepatnya di Sekolah Calon Perwira AD. Sempat dilaporkan sebanyak 1.262 orang positif, ternyata kekinian sudah bertambah menjadi 1.280 pasien positif.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa kala menyambangi Secapa AD. Andika pun menyebutkan bahwa seluruh pasien positif di klaster itu dalam kondisi baik-baik saja.

"Baru saja saya mengunjungi prajurit yang ada di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat, saya ketemu mereka," kata Andika di Kodam III Siliwangi, Sabtu (11/7). "Saya lihat kegiatan mereka secara sepintas, kemudian saya titip pesan, titip pesan bukan nyenang-nyenangin, yang saya sampaikan sesuai fakta dan teori sesuai diyakini yang ada hubungan dengan COVID-19."

"Jumlah dari pasien yang positif COVID-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat total 1.280," imbuh Andika, seperti dilansir dari Detik News. "Dari 1.280 itu 991 adalah perwira siswa, sedangkan sisanya ada 289 adalah staf atau anggota Perwira Angkatan Darat beserta keluarganya."


Menurutnya, yang terjangkit COVID-19 di wilayah itu tak hanya siswa dan anggota AD. "Terhitung ada enam anggota keluarga di antara 289," jelas Andika.

Pada kesempatan yang sama, KSAD yang istrinya sempat menjadi buah bibir karena menggunakan masker seharga Rp 22 juta itu juga memberi sedikit pernyataan soal potensi klaster baru di sekolah militer lain. Seperti diketahui, Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Kota Cimahi juga tengah dihadapkan pada klaster baru yang ternyata juga menginfeksi lebih banyak lagi orang, yakni menjadi 101 dari awalnya 99 pasien.

"Dari sini, saya akan menuju ke Pusat Pendidikan Polisi Militer Cimahi untuk melihat 101 prajurit kami yang juga positif COVID-19," terang Andika. "101 itu, 25 staf, sedangkan 79 adalah siswa."

Sementara itu klaster baru di sekolah militer ini tengah menjadi perhatian banyak pihak, bahkan media internasional. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sendiri sampai meminta agar diadakan tes PCR massal kepada semua prajurit TNI.

Sedangkan untuk klaster Secapa AD sendiri diduga bermula dari pesiar yang dilakukan beberapa siswa. Kegiatan yang mengharuskan mereka tidur di barak membuat tak ada yang sadar virus tengah "meneror".

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts