Jokowi Beri Ancaman Ini Soal Corona Menular Lewat Airborne
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Penularan COVID-19 diakui WHO bisa melalui udara. Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi memberikan ancaman ini dan bersiap menerapkannya demi menekan penyebaran virus.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui jika ada kemungkinan virus corona (COVID-19) menyebar melalui udara atau airborne. Presiden Joko Widodo lantas angkat berbicara mengenai virus corona menular airborne.

Jokowi lantas memberikan peringatan kepada masyarakat agar selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang ketat. Diantaranya adalah dengan memakai masker, menjaga jarak, dan selalu menjaga kebersihan diri.


”Pakai masker, kita nggak bisa menebak arah bergerak virus seperti apa yang penting seluruh rakyat mengikuti disiplin protokol kesehatan yang ketat,” ujar Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (13/7). “Hindari kerumunan, jaga jarak, pakai masker.”

Mantan Wali Kota Solo ini juga memberikan ancamannya jika masyarakat masih melanggar protokol kesehatan seiring dengan kemungkinan virus corona menular lewat airborne. Jokowi menegaskan telah menyusun regulasi yang akan mengatur tentang sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

“Jadi kita siapkan baru pada posisi regulasi yang bisa memberikan sanksi,” jelas Jokowi. “Masih kita bicarakan, dalam bentuk denda Mungkin dalam bentuk kerja sosial atau dalam bentuk tindak pidana ringan. Masih dalam pembahasan saya kira itu akan berbeda.”

Sebelumnya, WHO telah memperbarui pedoman mode transmisi virus corona melalui dokumen yang diunggah pada 9 Juli 2020. Pembaruan tersebut dilakukan setelah beberapa studi mengungkapkan ada kemungkinan droplet berukuran sangat kecil atau yang diberi nama microdroplet bertahan lama di udara. Droplet sendiri dihasilkan saat seseorang batuk atau bersin.

Menurut WHO, penularan virus corona melalui airborne ini paling sering terjadi dalam ruangan atau indoor. Meski demikian, WHO masih terus melakukan penelitian lebih lanjut mengenai temuan tersebut.

”Di luar fasilitas medis, beberapa kemunculan wabah corona di dalam ruangan menunjukkan kemungkinan transmisi aerosol dan droplet,” tulis WHO di situs resminya, Minggu (12/7). “Sebagai contoh dalam latihan paduan suara, restoran, atau tempat kebugaran.”

”Dalam kondisi seperti itu, transmisi aerosol jarak dekat tidak bisa dianulir,” sambungnya. “Terutama di dalam ruangan yang ramai dengan ventilasi buruk.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts