Ini Alasan Jokowi ‘Nekat’ Pilih Menhan Prabowo Di Proyek Food Estate
Nasional

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah ditunjuk untuk mengerjakan proyek lumbung pangan nasional. Presiden Jokowi lantas membeberkan alasan dibalik keputusannya itu.

WowKeren - Penunjukan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk menangani lumbung pangan nasional lewat proyek Food Estate cukup membuat sejumlah pihak mengerutkan dahi. Bagaimana tidak, jabatan Prabowo selama ini adalah memimpin sektor pertahanan Tanah Air dan bukan pertanian.

Presiden Joko Widodo akhirnya mengungkapkan alasannya yang menunjuk Prabowo untuk menangani proyek Food Estate di Kalimantan Tengah. Hal ini berkaitan dengan peringatan dari Organisasi Pangan Dunia (FAO) yang memprediksi akan ada krisis pangan dunia imbas pandemi virus corona (COVID-19).


”Sudah disampaikan Food Estate itu berangkat dari peringatan FAO akan ada krisis pangan dunia,” ujar Jokowi dalam pertemuan dengan media seperti dilansir dari CNNIndonesia, Senin (13/7). “Sehingga perlu antisipasi cepat dengan membuat cadangan pangan strategis.”

Jokowi juga menjelaskan jika jabatan Prabowo di bidang pertahanan tidak melulu hanya mengurusi alutsista saja, namun juga perlu mengurus ketahanan di bidang pangan. “Dan yang namanya pertahanan itu bukan hanya alutsista tapi juga ketahanan di bidang pangan,” jelas Jokowi.

Alasan Jokowi tersebut juga telah disampaikannya kepada Prabowo. Jokowi mengaku telah melaporkan juga besaran anggaran yang disiapkan negara untuk membangun proyek Food Estate di wilayah Kapuas dan Pulang Pisau, Kalteng.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meyakini jika pilihannya dalam menunjuk Prabowo tidak salah. Ia percaya Prabowo dapat mengatasi masalah ketahanan pangan di Tanah Air.

”Jadi Pak Menhan menjadi leading sector karena memang kita ingin membangun cadangan strategis pangan,” terang Jokowi. “Sehingga kalau nanti kekurangan beras ya tanam padi. Kurang jagung ya tanam jagung, bisa di situ.”

Nantinya, proyek Food Estate itu sendiri tidak akan hanya dikelola oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) saja. Kementerian Pertanian (Kementan) juga tetap akan ikut membantu membangun proyek ketahanan pangan tersebut. “Tetap Mentan kan juga back di situ. Nanti urusan pertanian yang lain (misalnya) pangan ya tetap Mentan,” papar Jokowi.

Sementara itu, lahan yang akan digunakan dalam proyek Food Estate dijelaskan Jokowi bukanlah lahan gambut. Mantan Wali Kota Solo ini mengatakan lahan yang akan digunakan adalah jenis tanah aluvial yang berasal dari endapan lumpur dan pasir halus yang mengalami erosi.

“Itu bukan gambut lho ya. Kemarin kan agak ramai masalah itu,” tutur Jokowi. “Nggak, itu semua sudah kita cek, aluvial semua. Itu di luar gambut dan saya kira nggak akan mengganggu lingkungan yang ada.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts