Meksiko Jadi Negara Keempat dengan Jumlah Kematian Akibat COVID-19 Tertinggi di Dunia
Reuters/Jorge Duenes
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pemerintah Meksiko terus menghadapi kritik karena dianggap membuka kembali perekonomian terlalu cepat. Jumlah kasus dan kematian COVID-19 diperkirakan terus meningkat dalam beberapa hari mendatang.

WowKeren - Jumlah angka kematian akibat infeksi virus corona (COVID-19) di Meksiko tercatat lebih dari 35 jiwa hingga Senin (13/7) waktu setempat. Hal ini membuat Meksiko berada di posisi keempat dengan jumlah kematian tertinggi akibat COVID-19 di seluruh dunia, yakni lebih dari 35 ribu jiwa.

Kritik pun terus diberikan kepada pemerintah Meksiko. Pasalnya, Presiden Andres Manuel Lopez Obrador sebelumnya mengatakan tetap optimistis bahwa kondisi pandemi di Meksiko akan terus membaik.


Obrador juga sempat menyalahkan pemberitaan yang disebut olehnya berasal dari media konservatif karena telah menimbulkan kekhawatiran. "Intinya adalah bahwa pandemi berada pada sisi negatifnya, bahwa ia kehilangan intensitas," ujar Obrador, seperti dilansir Al Jazeera pada Selasa (14/7).

Pemerintah Meksiko memang telah menghadapi kritik karena dianggap membuka kembali perekonomian terlalu cepat. Jumlah kasus COVID-19 diperkirakan terus meningkat dalam beberapa hari mendatang karena aturan pembatasan yang dilonggarkan.

Mantan menteri kesehatan Meksiko, Salomon Chertorivski, mengatakan Meksiko perlu memberlakukan aturan pembatasan atau lockdown untuk kedua kalinya. "Ada tiga variabel mendasar; pengurangan dalam 14 hari terakhir dalam jumlah penularan, pengurangan dalam beberapa hari terakhir dalam jumlah kematian, dan pengurangan dalam jumlah orang yang dirawat di rumah sakit. Tidak satu pun dari ketiga parameter itu yang tercapai," jelas Chertorivski.

Terkait kritik pada penanangan COVID-19 di Meksiko ini, sebelumnya Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan banyak negara salah langkah dalam menghadapi pandemi virus corona. Dalam pernyataannya, Ghebreyesus menyoroti tentang tak dipatuhinya tindakan pencegahan kesehatan dasar.

"Biarkan saya berterus terang. Terlalu banyak negara menuju ke arah yang salah, virus tetap menjadi musuh publik nomor satu. Jika dasar-dasar tidak diikuti, pandemi akan terus berlangsung, ia akan menjadi semakin buruk," kata Ghebreyesus.

Pernyataan ini dikeluarkan Ghebreyesus setelah WHO mencatat rekor lonjakan kasus virus corona global pada Minggu (12/7) lalu, dengan kenaikan 230.370 kasus dalam 24 jam terakhir. Sebelumnya, WHO mencatat rekor 228.102 kasus COVID-19 pada 10 Juli.

Meksiko sendiri mencatatkan sebanyak 304,435 kasus COVID-19. Dari angka tersebut, ada 35,491 kematian yang dilaporkan dan 189,063 pasien sembuh.

Sementara itu pandemi virus corona telah menginfeksi lebih dari 13,2 juta jiwa di seluruh dunia. Angka kematian akibat virus ini mencapai lebih dari 575,540 dan pasien sembuh menyentuh angka 7,6 juta jiwa. Saat ini, kasus aktif COVID-19 dilaporkan mencapai 4,964,161 pasien.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts