Gelombang Kedua COVID-19 di Inggris Diprediksi Telan 120 Ribu Korban Jiwa
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kematian 120 ribu jiwa akibat COVID-19 ini bukan prediksi, tetapi kemungkinan yang dilihat berdasarkan permodelan menggunakan parameter angka perkiraan orang yang terinfeksi (R).

WowKeren - Ancaman gelombang kedua penyebaran virus corona (COVID-19) tengah membayangi Inggris jelang musim dingin antara September hingga Juni tahun depan. Tim ilmuwan memprediksi 120 ribu orang meninggal karena gelombang kedua COVID-19 di Inggris.

Prediksi yang dirilis dalam Laporan Akademi Ilmu Kedokteran mendesak pemerintah dan warga untuk segera mengambil tindakan demi menekan potensi gelombang kedua corona. Dilansir dari CNN pada Selasa (14/7), laporan tersebut melibatkan 37 ilmuwan yang mendesak pemerintah Inggris melakukan langkah antisipasi untuk menghindari potensi lonjakan kasus corona.


Stephen Holgate yang memimpin studi ini mengatakan angka kematian 120 ribu jiwa bukan prediksi, tetapi kemungkinan yang dilihat berdasarkan permodelan menggunakan parameter angka perkiraan orang yang terinfeksi (R).

Prediksi terbaru ini didasarkan pada asumsi bahwa tingkat R menjadi 1,7 dari September mendatang. Para ilmuwan mencontohkan peningkatan laju R 1,5 yang akan menyebabkan 74.800 kematian. Data terbaru pemerintah mencatat saat ini tingkat R di Inggris antara 0,7 sampai 0,9.

"Permodelan menunjukkan bahwa kematian bisa lebih tinggi dengan gelombang kedua COVID-19 pada musim dingin ini, tetapi risiko terjadinya masih bisa dikurangi jika kita segera mengambil tindakan," ujar Holgate.

Selain itu, ilmuwan dari Imperial College London mengatakan musim dingin bisa memicu lebih banyak korban karena orang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Hal tersebut membuat virus menyebar lebih mudah.

Mereka pun mendesak pemerintah mengurangi potensi penularan virus dengan meningkatkan pengetesan, penelusuran, dan isolasi termasuk untuk orang yang berisiko dan pekerja medis.

Hingga kini, Inggris telah mencatat hampir 45 ribu kematian pada gelombang pertama penularan pandemi COVID-19. Inggris menjadi negara Eropa dengan angka kematian tertinggi setelah Amerika Serikat, Brasil, dan Meksiko.

Sementara itu pandemi virus corona telah menginfeksi lebih dari 290 ribu jiwa di Inggris. Sedangkan angka kematian akibat virus ini mencapai lebih dari 44,830 jiwa.

Sedangkan secara global, pandemi virus corona telah menginfeksi lebih dari 13,2 juta jiwa di seluruh dunia. Angka kematian akibat virus ini mencapai lebih dari 575,540 dan pasien sembuh menyentuh angka 7,6 juta jiwa. Saat ini, kasus aktif COVID-19 dilaporkan mencapai 4,964,161 pasien.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts