Ternyata Ini Motif Ilmuwan Tiongkok Kabur ke AS dan Bongkar 'Kebenaran' Soal Virus Corona
Dunia
Pandemi Virus Corona

Seorang ilmuwan Tiongkok, Li-Meng Yan yang kabur ke Amerika Serikat dan mengungkap soal 'kebenaran' virus corona menjadi sorotan beberapa waktu terakhir. Li pun mengungkap motif aksinya tersebut.

WowKeren - Ilmuwan Tiongkok Li-Meng Yan melarikan diri ke Amerika Serikat serta mengungkap "kebenaran" soal virus corona (COVID-19) yang selama ini disembunyikan oleh Negara Tirai Bambu tersebut. Li sendiri merupakan virologi dan imunologi di Hong Kong School of Public Health.

Dalam wawancaranya dengan Fox News, ia beranggapan seandainya sejak awal fakta virus Corona dibuka bahwa virus ini dapat menular antar manusia maka akan ada lebih banyak nyawa dapat selamat. "Ini adalah pandemi besar. Lebih dari apapun yang kita ketahui dalam sejarah manusia," katanya dalam wawancara tersebut. "Jadi, timing sangat-sangat penting. Jika kita dapat menghentikannya lebih awal, kita bisa selamatkan nyawa."


Lebih lanjut ia menjelaskan alasannya kabur ke Negeri Paman Sam dan memilih bersembunyi sebelumnya. "Saya harus sembunyi karena saya tahu bagaimana mereka memperlakukan whistleblower dan sebagai whistleblower di sini, saya ingin mengatakan kebenaran dan asal COVID-19," cetusnya.

Ia mengklaim jika Beijing sudah tahu sejak Desember bahwa penularan virus Corona antar manusia sudah terjadi, tapi tidak memberitahukannya. Meng Yan juga mengklaim punya bukti komunikasinya dengan Tiongkok soal informasi tersebut.

Ia juga mengatakan kekhawatiran soal keselamatannya karena mengetahui "kebenaran" tersebut. "Mereka ingin orang tetap diam, tidak hanya tentang COVID-19, tapi juga hal-hal lain yang terjadi di Tiongkok. Saya menunggu untuk memberitahu semua hal yang saya tahu, menyediakan semua bukti ke pemerintah AS," klaimnya. "Dan saya ingin mereka mengerti, orang Amerika mengerti betapa mengerikan hal ini. Tidak seperti yang Anda lihat, ini sesuatu yang sangat berbeda."

"Kita harus mengejar bukti yang benar dan mendapatkan bukti nyata karena ini adalah bagian kunci untuk menghentikan pandemi ini," pungkasnya. "Kita tak punya banyak waktu."

Sementara itu, WHO dan pemerintah Tiongkkok telah berulang kali menyatakan tidak ada yang disembunyikan tentang pandemi Corona. Bahkan kampus Hong Kong School of Public Health sudah tidak mengakui Meng Yan sebagai salah satu karyawannya.

Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat ketika dikonfirmasi soal kabar ini menyatakan tidak mengenal Meng Yan. Mereka juga merasa telah menangani pandemi Corona dengan baik.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts