Yunani Sebut Turki Memutus Hubungan dengan Negara Barat Akibat Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid
Dunia

Hingga kini keputusan pemerintah Turki dan Presiden Erdogan untuk memfungsikan kembali Hagia Sophia menjadi masjid memang masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan publik.

WowKeren - Pemerintah Yunani menggambarkan keputusan Turki untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid merupakan tindakan yang tak perlu. Yunani juga menyebut langkah Turki ini memutus hubungan dengan negara barat.

Tak hanya itu, Yunani juga menyeru Uni Eropa (EU) bertindak lebih keras atas kegiatan eksplorasi gas Ankara di Mediterania. Seperti yang diketahui, hingga kini keputusan tersebut memang masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan publik.


"Dengan langkah mundur ini, Turki memilih untuk memutuskan hubungan dengan negara barat dan nilai-nilainya," kata Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis.

Langkah Presiden Turki, Erdogan, untuk mengubah status Hagia Sophia menjadi sebuah masjid telah membuat marah banyak orang Yunani yang mengagumi bangunan abad keenam sebagai fokus dari iman Kristen Ortodoks mereka. Yunani yang hubungannya dengan Turki penuh dengan ketegangan sejarah, mengatakan masalah ini bukan sengketa bilateral.

"Dihadapkan dengan inisiatif picik yang tidak perlu dari Turki ini, Yunani sedang mempertimbangkan respons di semua level," kata Mitsotakis menambahkan.

Komentar Perdana Menteri Yunani ini menyusul beberapa pemimpin Kristen lainnya yang sudah menentang keputusan Turki. mereka menggambarkan keputusan tersebut sebagai "pukulan bagi Kekristenan global". Dewan Gereja Dunia, yang mewakili 350 gereja Kristen, mengatakan telah menulis kepada Erdogan untuk mengungkapkan "kesedihan dan kecemasan" mereka.

Di sisi lain, pada 10 Juli lalu Erdogan mengeluarkan keputusan terkait memfungsikan kembali Hagia Sophia yang berada di Istanbul sebagai masjid. Pengumuman Erdogan disampaikan setelah Majelis Negara Turki mengumumkan membatalkan keputusan kabinet pada 1934 dan kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid.

Majelis Negara Turki pada 2 Juli lalu menggelar sidang dengar pendapat dengan Asosiasi Perlindungan Monumen Bersejarah dan Lingkungan Turki soal usul untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia sebagai masjid. Selama ini, Hagia Sophia memang berstatus menjadi museum sejak beberapa dekade silam.

Kendati demikian, Erdogan mengatakan warga bisa melakukan ibadah di Hagia Sophia mulai 24 Juli mendatang. Meski begitu, Erdogan memastikan Hagia Sophia tetap terbuka untuk umum.

Keputusan ini menuai kekecewaan dari beberapa negara. Bahkan, Badan Pendidikan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pun telah melayangkan protes resmi atas alih fungsi Hagia Sophia menjadi masjid, terutama karena pemerintah Turki tidak mengomunikasikan hal itu sebelumnya.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts