Viral Pesepeda Dimintai Paspor ke Pantai Indah Kapuk 2, Bupati Tangerang Buka Suara
Nasional

Township Management Director Agung Sedayu Group, Restu Mahesa menampik kabar tersebut. Ia menegaskan jika Pantai Maju di PIK terbuka untuk publik sehingga siapapun boleh masuk.

WowKeren - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar buka suara terkait video viral seorang pesepeda yang mengaku harus menggunakan paspor untuk masuk ke kawasan PIK 2. Ia membantah hal ini, mengingat kawasan tersebut masih dalam proses pembangunan.

"Ya, enggak lah," kata Ahmed Zaki dilansir Detik, Rabu (15/7). Ia justru mempertanyakan jika ada warga yang lalu lalang bersepeda ataupun mengendarai kendaraan lainnya di daerah itu.

"Apa enggak bahaya kalau banyak sepeda atau motor, mobil berkeliling di lokasi pembangunan?" imbuh Bupati.

Sementara itu, Manajemen pengelola Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 menegaskan jika hal itu sama sekali tidak benar. Township Management Director Agung Sedayu Group, Restu Mahesa membantah jika pengunjung yang masuk harus memakai paspor.

Ia menegaskan jika Pantai Maju di PIK terbuka untuk publik. Alih-alih menggunakan paspor, ia meminta agar warga yang hendak masuk ke kawasan tersebut mengikuti aturan Pemprov DKI terkait protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.


"Isu paspor sama sekali tidak benar," kata dia masih dilansir Detik. Ia mengimbau agar warga yang hendak masuk menggunakan masker dan mengindahkan protokol jaga jarak.

"Perlu kami sampaikan bahwa Pantai Maju terbuka untuk umum, namun kami mengimbau tetap melaksanakan sesuai dengan aturan Pergub DKI Jakarta," terangnya. "Nomor 41 Tahun 2020, menggunakan masker dan menjaga jarak."

Lebih jauh, ia menyebut jika Pantai Maju memang sudah dibuka untuk aktivitas olahraga. Pihak manajemen pun akan berupaya memastikan keamanan pengunjung.

Memang benar akses untuk olahraga sekarang sudah bisa dilakukan di Pantai Maju," ujar Restu. "Kami dari manajemen tetap membantu melaksanakan agar pengunjung tetap aman."

Karena masih dalam tahap pembangunan, ia menyebut ada beberapa lokasi yang masih belum bisa untuk umum. Sehingga pihaknya memberlakukan kebijakan agar warga yang hendak berolah raga harus meminta izin terlebih dahulu. "Karena membahayakan bilamana pengunjung masuk ke area tersebut, masih banyak alat berat, masih banyak truk di sana," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts