Prabowo Ternyata Sempat Endus Proyek Korup Senilai Rp 50 Triliun di Kemenhan
Nasional

Hashim Djojohadikusumo yang juga adik Menhan Prabowo Subianto mengungkap bahwa sang kakak sempat mengendus proyek pengadaan Alutsista yang sudah di-mark up sampai berpotensi merugikan Rp 50 triliun.

WowKeren - Kiprah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memang kerap menuai tanda tanya masyarakat luas. Dan belum lama ini kapabilitasnya sebagai komandan proyek lumbung pangan ala Presiden Joko Widodo ikut dipertanyakan publik.

Seolah ingin memupuk kepercayaan publik terhadap Prabowo, Hasim Djojohadikusumo sang adik pun membeberkan hal heroik yang pernah dilakukan menteri tersebut selama menjabat. Rupanya menurut Hashim kakaknya itu pernah membuat gebrakan besar dengan membatalkan sejumlah kontrak pengadaan Alutsista di Kemenhan.

Proyek itu dibatalkan karena ditemukan adanya mark up alias harganya sengaja dinaikkan. Hitung-hitungan Hashim sendiri total proyek yang ditolak mencapai lebih dari Rp 50 triliun, itu pun berdasarkan hasil konversi kurs dolar Amerika Serikat sekitar 2 bulan pasca Prabowo menjabat sebagai Menhan.

"Kontrak-kontrak Alutsista, kontrak senjata di Kemenhan senilai 3,4 miliar dolar," ujar Hashim di Jakarta, Jumat (17/7). "Dia (Prabowo) bilang ke saya, saya tidak mau terlibat korupsi, ini kontrak korup."


Menurut Hashim, kontrak itu sudah di-mark up sampai 1.250 persen oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Dan usai dibatalkan, Prabowo juga langsung mengembalikan anggaran tersebut ke Kementerian Keuangan.

Hashim menyebut kala itu Menkeu Sri Mulyani Indrawati juga heran mendapati Prabowo mengembalikan uang dengan nominal luar biasa kepadanya. Menurut Hashim, hal ini membuktikan bahwa Prabowo sama sekali tak berminat untuk memperkaya diri maupun keluarganya dengan meminta jatah dari hasil mark up itu misalnya.

"Kalau Prabowo dan saya mau jahat 5 persen dari Rp 50 triliun itu, Rp 2,5 triliun. (Kalau dibandingkan) Rp 2,5 triliun itu berapa benur yang anak saya harus ekspor untuk dapat uang itu," tutur Hashim. "Prabowo low profile, dia bilang 'saya tidak mau terlibat korupsi'."

Prabowo sendiri memang dikenal sebagai sosok yang sangat anti dengan praktik korupsi. Bahkan di masa-masa awal ia menjabat, sang Menhan mengaku nyaman dengan amanah barunya karena Presiden Jokowi sempat dengan tegas melarang segala bentuk rasuah di kabinetnya.

"Jadi sidang pertama yang dipimpin Pak Jokowi, saya senang. Karena apa? Saya dapat petunjuk yang pertama. Petunjuk yang pertama, jangan korupsi," kata Prabowo dalam video yang viral pada November 2019 lalu. "Saya pegang itu, saya pegang, pokoknya perintah presiden, panglima tertinggi saya, jangan korupsi. (Itu) perintah yang paling saya suka."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts