Usai Korsel, Kini Australia Terancam Hadapi Jurang Resesi
Pixabay
Dunia
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Sejumlah negara telah mengalami resesi di tengah hantaman wabah corona (COVID-19). Usai Korea Selatan, kini giliran Australia yang jatuh ke jurang resesi pada kuartal II 2020.

WowKeren - Sejumlah negara telah mengkonfirmasi resesi yang dialami. Pasalnya, hantaman wabah corona (COVID-19) pada sektor ekonomi tak main-main.

Hingga kuartal II 2020, sudah ada Korea Selatan (Korsel) yang mencatat pertumbuhan negatif dua kuartal berturut-turut dalam satu tahun. Meski begitu, hantu resesi sepertinya masih gentayangan dan siap menyerang sejumlah negara lainnya.

Pada Kamis (23/7) kemarin, Australia memberi sinyal resesi mungkin akan menyerang negara benua itu. Ekonomi Australia diperkirakan mengalami kontraksi terdalam sepanjang sejarah dalam pada kuartal-II 2020.

Sementara defisit anggaran akan menjadi yang terbesar sejak Perang Dunia II. Pejabat mengatakan PDB diramal kontraksi 7% pada April-Juni. Ini akan mendorong negara itu masuk ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam tiga dekade terakhir.


Resesi didefinisikan sebagai kontraksinya ekonomi sebuah negara dua kuartal berturut-turut dalam satu tahun. Sebelumnya, di kuartal-I 2020 ekonomi Australia minus 0,3%.

Defisit anggaran juga melonjak menjadi Aus$ 185 (USD 132 miliar), hampir sepersepuluh dari PDB di tahun anggaran hingga 30 Juni 2021. Padahal Australia mencatat defisit anggaran sebesar AUD 86 miliar di 12 bulan sebelumnya.

"Angka-angka kasar ini mencerminkan kenyataan pahit yang kita hadapi," kata Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg dilansir AFP. "Prospek ekonomi sangat tidak pasti."

Sebelumnya, ada sejumlah negara kekuatan ekonomi global yang masuk ke dalam resesi. Selain Korsel, negara lain seperti Singapura, Jepang, Jerman, Prancis juga mengalami penurunan ekonomi ini.

Sementara itu, Australia sendiri telah melakukan lockdown di salah satu Ibu Kota negaranya yaitu Victoria. Hingga kini, angka COVID-19 di Negeri Kanguru itu tercatat sebanyak 13.319 dengan total kematian 128 dan yang sembuh 8.653 orang.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts