Jakarta Terus 'Peringkat 1' Kasus Corona Harian, Anies Baswedan Blak-Blakan Alasannya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

DKI Jakarta sempat mencatatkan kenaikan jumlah kasus positif COVID-19 harian,bahkan beberapa hari berturut-turut menjadi 'peringkat 1' Indonesia. Gubernur Anies Baswedan pun mengungkap alasannya.

WowKeren - Selama beberapa hari terakhir DKI Jakarta mencatatkan angka kasus harian COVID-19 yang cukup tinggi. Bahkan pekan ini saja sudah beberapa kali Ibu Kota melaporkan kasus positif COVID-19 yang jauh lebih banyak daripada Jawa Timur, yang sebelumnya sempat dikhawatirkan akan menjadi pusat penyebaran wabah.

Menanggapi krisis tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun memberikan klarifikasinya. Menurutnya justru peningkatan kasus ini menunjukkan seberapa seriusnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menangani pandemi COVID-19.

Lebih detail dijelaskan Anies, maksudnya Pemprov DKI saat ini memang memperbanyak kapasitas tes demi melacak orang-orang yang positif, terutama mereka yang tanpa gejala atau asimptomatik. Bahkan Ibu Kota saat ini memperbanyak jumlah tes sampai empat kali lipat dari anjuran.

"Jakarta tidak menangani COVID-19 setengah-setengah," ujar Anies di Jakarta, Jumat (24/7). "Sejak awal kami pilih untuk totalitas dalam menangani pandemi ini, karena ini soal keselamatan dan urusan nyawa."


"Jakarta, meningkatkan terus kapasitas testing. Jika menurut WHO kita harus melakukan PCR testing terhadap seribu orang per sejuta penduduk per minggu, maka saat ini kita sudah melakukannya empat kali lipat," imbuh Anies seperti dikutip dari Indozone.

Terkait peningkatan kapasitas tes ini dilakukan demi mempercepat penanganan pandemi COVID-19. Apalagi karena saat ini kasus positif Corona di DKI Jakarta didominasi oleh pasien-pasien tanpa gejala yang harus segera "dijaring".

"Kami tidak mau mengurangi testing agar terkesan jumlah positifnya terlihat kecil. Tujuannya bukan membuat kesan aman, tapi kami ingin menyelamatkan rakyat," ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

"Faktanya masih banyak orang di luar sana yang sudah terpapar tapi tanpa gejala," sambung Anies. "Nah, karena semakin banyak yang terdeteksi, insya Allah maka makin cepat kita memutus mata rantai."

Sebelumnya Anies pun mengungkapkan rasa bersyukurnya atas peningkatan jumlah kasus positif tersebut. Sebab menurutnya peningkatan jumlah kasus itu justru menunjukkan seberapa berhasilnya Pemprov DKI Jakarta dalam melacak dan mengisolasi sebanyak mungkin pasien COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts