Erick Thohir Ungkap Vaksin Corona Baru Akan Diproduksi Setengah Tahun Lagi
Nasional
Vaksin COVID-19

Oleh sebab itu, Menteri BUMN Erick Thohir meminta agar seluruh masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan selama menunggu vaksin diproduksi.

WowKeren - PT Bio Farma diketahui tengah bekerjasama dengan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac, untuk melakukan uji klinis calon vaksin COVID-19. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir lantas mengungkapakan bawha vaksin corona baru bisa diproduksi mulai awal tahun depan.

"Yang bapak harus ketahui vaksin sudah akan diproduksi tapi itu baru Januari-Februari tahun depan," jelas Erick pada Sabtu (25/7) hari ini. "Berarti masih 6-7 bulan lagi kita harus menghadapi covid ini yang tidak di hanya di Indonesia, tapi seluruh negara di dunia."


Oleh sebab itu, Erick meminta agar seluruh masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan selama menunggu vaksin diproduksi. Mulai dari selalu mengenakan masker ketika keluar rumah, rajin mencuci tangan, hingga selalu menjaga jarak (physical distancing).

"Tidak ada lagi istilahnya harus diancam pakai masker, didenda baru pakai," kata Erick. "Tapi protokol ini pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, harus menjadi prioritas utama kita kalau mau kembali merasa aman."

Menurut Erick, masyarakat masih memiliki waktu sekitar enam hingga tujuh bulan untuk ikut turut memutus mata rantai penyebaran COVID-19. "Ini bisa berhasil kalau masyarakatnya bersatu, tentu saya harapkan bisa didukung semua yang hadir, dan insha Allah kita semua pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat bersatu menghadapi COVID-19," jelas Erick.

Sebelumnya, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir telah menjelaskan bahwa uji klinis vaksin COVID-19 dijadwalkan akan berjalan selama enam bulan. Dengan demikian, ditargetkan akan selesai pada Januari 2021 dan Bio Farma dapat mulai memproduksi vaksin pada kuartal I 2021.

"Apabila uji klinis vaksin COVID- 19 tahap III lancar, maka Bio Farma akan memproduksinya pada Q1 2021 mendatang," terang Honesti. "Dan kami sudah menyiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma, dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis."

Adapun Bio Farma memilih Sinovac sebagai mitra lantaran platform vaksin/metode pembuatan vaksin yang digunakan oleh perusahaan Tiongkok tersebut sama dengan kompetensi yang saat ini dimiliki Bio Farma. Bio Farma sudah memiliki pengalaman dalam pembuatan vaksin dengan metode inaktivasi tersebut, seperti vaksin Pertusis.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts