Epidemiolog UI Peringatkan Vaksin Tiongkok Belum Tentu Lulus Uji Klinis Tahap III
Health
Vaksin COVID-19

Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengingatkan bahwa vaksin corona dari perusahaan Tiongkok, Sinovac, tersebut belum tentu lulus uji klinis tahap III di Indonesia.

WowKeren - Perusahaan asal Tiongkok, Sinovac, diketahui akan melakukan uji klinis vaksin COVID-19 tahap III di Indonesia. Diharapkan, vaksin COVID-19 tersebut sudah dapat diproduksi di awal tahun 2021.

Meski demikian, pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengingatkan bahwa vaksin Sinovac tersebut belum tentu lulus uji klinis tahap III di Indonesia. Bahkan, Pandu memperkirakan tingkat kemungkinan lulus uji klinis vaksin Sinovac ini hanya sebesar 10 persen.


"Belum tentu yang Sinovac ini lulus dari (uji klinis) fase III," jelas Pandu dalam diskusi virtual pada Minggu (26/7). "Kira-kira saya dulu menganggapnya 10 persen (lulus uji klinis), tapi ada teman dari Australia bilang ternyata dari pengamatan database dunia, kira-kira 30 persen yang lulus di fase III ini."

Pandu lantas menjelaskan bahwa meskipun sudah sampai ke uji klinis tahap III, sebuah vaksin bisa gagal digunakan secara masif apabila terbukti menimbulkan efek samping bagi pengguna. Hal ini pernah terjadi saat Indonesia melakukan uji klinis terhadap vaksin demam berdarah dengue (DBD).

"Jadi keselamatan itu penting sekali," tegas Pandu. "Walaupun efektif, ada efek samping, enggak jadi, batal, walaupun sudah mahal."

Lebih lanjut, Pandu menilai bahwa pengembangan vaksin memang memerlukan waktu yang lama serta biaya yang tinggi. "Pengembangan vaksin Covid-19 itu memang lama dan mahal, sulit," kata Pandu.

Sebagai informasi, ada tiga tahapan uji klinis yang harus dilalui sebuah calon vaksin. Uji klinis tahap I meneliti apakah vaksin dapat merangsang antibodi.

Lalu uji klinis tahap II mencaritahui dosis yang efektif untuk meningkatkan antibodi. Sedangkan di uji klinis tahap III, diteliti apakah vaksin tersebut efektif bagi para penggunanya.

Di sisi lain, pemerintah telah menerima 2.400 vaksin corona dari Sinovac untuk diuji klinis tahap III terhadap 1.620 orang sukarelawan. Uji coba ini dilakukan pemerintah yang bekerjasama dengan PT Bio Farma. "Rencana kita awal Agustus kalau lancar itu sudah bisa dilakukan uji klinis tahap III," ungkap Corporate Secretary PT Bio Farma Bambang Heriyanto.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts