Bill Gates Sebut Korea Selatan Mampu Cetak 200 Juta Vaksin COVID-19
Getty Images
Dunia
Vaksin COVID-19

Bill Gates disebut berusaha untuk bekerja sama dengan Korea Selatan. Bahkan yayasannya memberikan USD3,6 juta kepada SK Bioscience untuk mempercepat pengembangan vaksin COVID-19.

WowKeren - Bill Gates mengatakan perusahaan farmasi asal Korea Selatan yang didukungnya, SK Bioscience, mungkin mampu memproduksi 200 juta kit vaksin corona (COVID-19) pada Juni tahun depan. Hal tersebut disampaikan oleh Bill Gates sendiri dalam sepucuk surat kepada Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Bill Gates disebut berusaha untuk bekerja sama dengan Korea Selatan. Hal tersebut diungkap oleh kantor kepresidenan di Seoul. Bahkan yayasan miliarder AS ini telah memberikan USD3,6 juta (Rp52,3 miliar) pada bulan Mei kepada SK Bioscience untuk mempercepat pengembangan vaksin COVID-19.


Saham SK Chemicals, yang memegang 98% saham di SK Bioscience, melonjak sebanyak 25% pada hari Senin di tengah berita tentang kapasitas pembuatan vaksin perusahaan.

Selain mengerjakan kandidat vaksinnya sendiri, perusahaan ini juga merupakan salah satu produsen kontrak oleh AstraZeneca Plc untuk membuat vaksinnya. Vaksin Astazeneca yang dikembangkan di Universitas Oxford juga berada dalam dukungan Bill Gates.

Kini, vaksin Astrazeneca berada pada tahap ketiga dan terakhir pengujian manusia. Vaksin ini menjadi salah satu pelopor dalam perlombaan global untuk imunisasi.

Sementara itu, sejumlah ilmuwan Oxford berharap satu juta dosis vaksin sudah dapat diproduksi pada September 2020. Meskipun kerja sama dengan Astra Zeneca memungkinkan rencana itu terwujud, angka prevalensi atau jumlah pasien positif COVID-19 di Inggris yang menurun menyulitkan proses pengujian khasiat vaksin.

Uji klinis vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford saat ini berlangsung di Brasil dan Afrika Selatan. Amerika Serikat juga mulai berpartisipasi dalam uji coba tersebut.

Sejauh ini, belum ada vaksin COVID-19 yang mendapat persetujuan untuk digunakan. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa Astra Zeneca mengembangkan salah satu calon vaksin yang potensial.

Di sisi lain, secara global, kasus COVID-19 di seluruh dunia telah menyentuh angka 16,4 juta dengan 652 ribu kematian. Sejauh ini, ada 10 juta pasien yang dikonfirmasi sembuh dengan kasus aktif mencapai angka 5,7 juta pasien.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts