Berantas Korupsi Tak Mudah, KPK Akui Pernah Ada Pegawai Dapat Teror Mistis
Nasional

Dalam Laporan Tahunan KPK Tahun 2019 yang diluncurkan Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, pada Senin (27/7), KPK mengungkap jika salah seorang pegawainya pernah mendapat teror mistis.

WowKeren - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui jika upaya untuk memberantas korupsi di negeri ini bukanlah hal mudah. Pasalnya, tak jarang mereka mendapat serangan balik dari para koruptor.

Para koruptor tersebut akan melakukan apapun untuk membuatnya terbebas dari tuduhan korupsi. Bukan hanya memainkan serangan fisik namun kerap juga serangan mistis.

Dalam Laporan Tahunan KPK Tahun 2019 yang diluncurkan Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, pada Senin (27/7), KPK mengungkap jika salah seorang pegawainya pernah mendapat teror mistis. Dian Patria, adalah salah satu pegawai KPK yang pernah mengalami serangan mistis pada 2017 lalu.

Hal itu bermula ketika Dian melakukan kegiatan supervisi dan pencegahan korupsi di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sepulang dari kegiatan pemantauan, Dian sering mengalami sesak napas.


Ia merasakan jika sesak napas yang dialaminya kian mengganggu sehingga menyempatkan diri untuk berobat ke rumah sakit di sela melakukan tugasnya. dari pemeriksaannya, dokter mengatakan jika di dalam jantung dan paru-paru Dian memang terdapat cairan.

Alhasil, ia pun harus dirawat di ruang ICU dengan bantuan ventilator. Kendati demikian, dari sekian dokter yang menangani kasusnya itu, tidak satu pun yang dapat menjelaskan penyakit yang sebenarnya menjangkiti tubuh Dian. "Saya enggak tahu Mas Dian ini sakit apa," ujar salah satu dokter sebagaimana dikutip dari Laporan Tahunan 2019 yang diunggah di situs KPK.

Kendati demikian, Dian enggan berspekulasi jika sakitnya itu berkaitan dengan ilmu santet ataupun guna-guna. Apa yang dialami Dian tidak membuat lembaga anti rasuah tersebut putus asa dalam menangani kasus korupsi.

Sementara itu, serangan fisik juga kerap menimpa pegawainya. Seperti pada Januari 2019 lalu, dimana benda mirip bom ditemukan di kediaman Ketua KPK periode 2015-2019, Agus Rahardjo. Sebanyak dua bom molotov juga dilemparkan ke kediaman Wakil Ketua KPK periode 2015-2019, Laode M Syarif.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts