Konspirasi Bikin Wabah Corona Cuma Dianggap Isu, Pesan Menohok Pasien Sembuh Ini Kembali Disorot
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Teori konspirasi soal wabah COVID-19 tengah ramai dibahas, membuat sejumlah pihak mengklaim penyakit ini hanya semu belaka. Pengakuan seorang penyintas yang membantah klaim itu pun belakangan ramai dibahas lagi.

WowKeren - Indonesia saat ini tak hanya berjibaku dengan langkah-langkah strategis pengendalian wabah virus Corona, tetapi juga sikap sejumlah pihak yang lebih memercayai teori konspirasi alih-alih pendapat medis. Bahkan perihal teori konspirasi ini juga turut disuarakan sejumlah tokoh publik yang belakangan membuat panas jagad maya.

Dengan teori konspirasi ini, banyak pihak yang memercayai wabah virus Corona hanyalah isu belaka. Bahkan ada sekelompok masyarakat di Bali yang sampai menolak mengikuti rapid test atau swab test karena memercayai teori ini.


Dan di tengah krisis tersebut, kesaksian seorang pasien sembuh COVID-19 asal Surabaya kembali diungkit. Adalah sosok Dea Winnie Pertiwi sang penyintas, yang mirisnya sudah kehilangan seluruh keluarga akibat infeksi saluran pernapasan tersebut.

Dalam video kesaksiannya yang diliput oleh VOA Indonesia, Dea membagikan pengalaman pahitnya ketika satu persatu anggota keluarganya dibuat tumbang oleh COVID-19. Bermula dari sang kakak ipar yang kemungkinan tertular saat mengantar istrinya kontrol kandungan ke rumah sakit, yang lantas menular ke seluruh anggota rumah, bahkan janin calon keponakan Dea.

Penyakit itu pun dalam waktu singkat merenggut nyawa seluruh keluarganya. Dan mirisnya, sesuai protokol, Dea tak boleh berada di dekat mereka ketika hendak dikebumikan, meski akhirnya ia bisa memohon agar dapat mendampingi proses pemandian jenazah ibunya, tentu saja dengan perlindungan alat pelindung diri (APD) lengkap dan hanya dalam waktu singkat.

"Jenazahnya papaku pun aku nggak bisa lihat, kakakku pun aku nggak bisa lihat juga. Begitu mamaku meninggal aku ngerasa syok, benar-benar yang kehilangan banget," kata Dea dalam potongan klip itu.

Twitter

Namun yang menjadi penekanan Dea adalah bahwa virus ini bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, dan tentu saja berdampak sangat mengerikan. "Jangan sampai kita baru percaya bahwa COVID-19 ini ada setelah kita sendiri mengalami ataupun ketika kita sudah kehilangan orang-orang terdekat kita gitu," tutur Dea.

Dea sebagai penyintas COVID-19 pun menekankan langkah sederhana namun sangat berdampak untuk mencegah penularan. "Cukup pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan, sesederhana itu saja," tegas Dea.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts