Bio Farma Ungkap Alasannya Gandeng Perusahaan Tiongkok Untuk Riset Vaksin Corona
Nasional
Vaksin COVID-19

Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto sebelumnya juga sudah sempat menepis bahwa Indonesia merupakan 'kelinci percobaan' vaksin COVID-19 produksi perusahaan Tiongkok, Sinovac.

WowKeren - Pandemi corona (COVID-19) membuat banyak lembaga di seluruh dunia berlomba-lomba untuk mengembangkan vaksin. Dari sekitar 140 lembaga yang melakukan riset pengembangan vaksin COVID-19, tak sampai 20 lembaga yang sudah memasuki tahap uji klinis.

PT Bio Farma diketahui telah lama menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac. Oleh sebab itu, Indonesia dapat dengan mudah mendapatkan akses untuk ikut uji klinis tahap III vaksin corona Sinovac.


"Seharusnya kita bersyukur karena mendapat akses untuk ikut uji klinis vaksin ini bersama Brazil, Turki, Bangladesh, dan Cili," terang Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto dilansir detikcom pada Rabu (29/7). Menurut Bambang, melakukan uji klinis suatu obat atau vaksin di negara lain adalah suatu hal yang lumrah.

Bio Farma sendiri juga pernah melakukan uji klinis fase satu di Belgia (Eropa), fase dua di Panama. Selain itu, lembaga AstraZeneca asal Inggris misalnya, juga memulai uji klinis vaksin corona di Brasil dan Afrika Selatan.

Bambang lantas menjelaskan bahwa Bio Farma menggandeng Sinovac dalam riset vaksin corona ini karena sebelumnya mereka telah melakukan riset bersama terkait vaksin IPV (Inactivated Polio Vaccine). "Produk-produk Sinovac secara lembaga sudah diakui oleh Badan Kesehatan Dunia WHO, sehingga, secara kualitas sudah tidak perlu diragukan lagi," ungkap Bambang.

Adapun salah satu produk Sinovac yang telah diakui WHO adalah H1N1 untuk pengobatan dan pencegahan influenza yang sempat mewabah pada 2009. Sementara itu, ada 15 jenis vaksin produksi Bio Farma yang telah diakui WHO dan kini digunakan di lebih dari 140 negara, termasuk negara-negara OKI (Organisasi Kerja Sama Islam).

Sebelumnya, Bambang juga sudah sempat menepis kuat tudingan Indonesia menjadi "kelinci percobaan" vaksin COVID-19 Sinovac. Uji klinis tahap III ini pun, imbuh Bambang, justru relatif lebih aman dibandingkan dengan tahap I dan II yang dilakukan di Tiongkok. Uji klinis tahap III yang akan berlangsung pada Agustus 2020 mendatang ini ibarat untuk memastikan ulang khasiat dan efek samping vaksin produksi Sinovac.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts