Gejala Virus Corona Sering Dikira Tifus, Kenali Perbedaan Dan Cara Pengobatannya
Health
COVID-19 di Indonesia

Sejak virus corona merebak, banyak orang masih belum bisa membedakannya dengan gejala tifus karena memang begitu mirip. Kenali bedanya dua penyakit ini dan cara pengobatannya.

WowKeren - Indonesia tengah dihadapkan dengan pandemi virus corona (COVID-19) sejak Maret 2020 lalu. Virus corona sendiri telah menginfeksi lebih dari 100 ribu orang di Tanah Air. Selain COVID-19, Indonesia juga dihadapkan dengan sejumlah penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan tifus.

Situasi ini tentunya meningkatkan potensi kemungkinan salah diagnosis, mengingat baik DBD, tifus dan virus corona sama-sama memiliki gejala utama demam tinggi. Bahkan, gejala tifus diklaim memiliki kemiripan yang begitu tinggi dengan gejala COVID-19.


Demi memberikan pengetahuan, berikut merupakan perbedaan gejala antara virus corona dengan tifus. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengenali cara pengobatan beserta pencegahan virus corona maupun penyakit tifus.

Pengertian Tifus Dan Virus Corona

Virus Corona

Berbagai Sumber

Dilansir dari Halodoc, Tifus (tipes) atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri salmonella typhi. Bakteri ini diketahui menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.

Penularan tifus terjadi jika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi bakteri. Penyakit tifus biasa banyak melanda di negara berkembang dan menyerang anak-anak. Tifus dapat membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan cepat.

Sementara itu, virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Virus yang pertama merebak di Wuhan ini dapat menginfeksi siapapun dan berdampak fatal bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, hingga orang yang memiliki komorbid.

Virus corona ini menyebar seperti virus lain pada umumnya. Diantaranya melalui percikan air liur orang yang batuk dan bersin, yang kemudian mengenai hidung, mata, ataupun mulut orang lain. COVID-19 diduga bersumber dari hewan seperti kelelawar.

Gejala Tifus Dan Virus Corona

Pasien Sakit

Berbagai Sumber

1. Gejala tifus

Gejala tifus biasanya mulai muncul pada 1 hingga 3 minggu setelah tubuh terinfeksi bakteri. Gejala-gejala yang akan timbul adalah demam tinggi, diare atau konstipasi, sakit kepala, dan sakit perut. Kondisi ini dapat memburuk dalam beberapa minggu.

Penyakit tifus jika tidak ditangani dengan baik dan cepat dapat menyebabkan komplikasi seperti pendarahan internal atau pecahnya sistem pencernaan (usus). Risiko komplikasi juga berpotensi membahayakan nyawa. Diperkirakan 1 dari 5 orang akan meninggal karena tifus.

Orang yang mengalami tifus pada stadium awal dapat menjalani perawatan di rumah dengan pengobatan antiobiotik selama 1-2 pekan. Sedangkan jika kasus tifus terlambat didiagnosis dan sudah stadium lanjut, maka harus dilakukan perawatan di rumah sakit.

2. Gejala virus corona

Gejala virus corona sendiri beragam dan hingga saat ini masih terus bertambah. Peneliti menyatakan jika gejala COVID-19 yang muncul bergantung pada penderitanya. Hal ini menyebabkan adanya gejala virus corona yang ringan dan parah.

Gejala pasien virus corona yang ringan berupa demam, pilek, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan merasa tidak enak badan. Sedangkan untuk gejala parah, infeksi virus corona juga dapat menyebabkan bronkitis dan pneumonia. Gejala yang ditimbulkan meliputi demam tinggi bila pasien mengidap pneumonia, batuk dengan lendir, sesak napas, hingga nyeri dada.

Pengobatan Tifus Dan Virus Corona

Vaksin Virus Corona

Berbagai Sumber

1. Pengobatan tifus

Pengobatan paling efektif dalam menangani tifus adalah dengan segera mungkin memberikan terapi antibiotik. Selain itu, obat penurun demam juga bisa diberikan untuk menurunkan suhu tubuh. Pengobatan tifus bisa dilakukan di rumah sakit ataupun di rumah bergantung pada kondisi penderita.

2. Pengobatan virus corona

Perawatan COVID-19 sendiri masih belum ada yang pasti hingga sekarang mengingat virus ini cukup baru. Meski demikian, ada sejumlah upaya yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala virus corona. Berikut contohnya:

-Minum obat yang dijual bebas untuk mengurangi rasa sakit, demam, dan batuk. Namun, jangan berikan aspirin pada anak-anak. Selain itu, jangan berikan obat batuk pada anak di bawah empat tahun.

-Gunakan pelembap ruangan atau mandi air panas untuk membantu meredakan sakit tenggorokan dan batuk.

-Perbanyak istirahat.

-Perbanyak asupan cairan tubuh.

-Jika merasa khawatir dengan gejala yang dialami, segeralah hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat.

Namun jika pasien dirawat di rumah sakit, maka biasanya dokter akan melakukan sejumlah penanganan sesuai prosedur penanganan COVID-19. Diantaranya dengan melakukan isolasi, serial foto toraks sesuai indikasi, terapi simptomatik, terapi cairan, ventilator mekanik (bila gagal napas), dan antibiotik jika disertai infeksi bakteri.

Pencegahan Tifus Dan Virus Corona

Pencegahan Tifus

Berbagai Sumber

1. Pencegahan tifus

Pencegahan tifus bisa dilakukan dengan melakukan vaksinasi. Di Indonesia, vaksin tifoid merupakan imunisasi yang dianjurkan oleh pemerintah. Meski demikian, vaksin ini belum masuk dalam kategori wajib. Vaksin tifoid diberikan kepada anak yang sudah berusia di atas dua tahun dan diulang tiap tiga tahun. Vaksinasi pun dianjurkan bagi orang yang berniat bekerja atau bepergian ke daerah yang sedang dilanda kasus penyebaran tifus.

Tindakan pencegahan lain yang juga perlu dilakukan adalah memperhatikan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Jika berniat makan di luar rumah, sebaiknya hindari makan di tempat terbuka yang mudah terpapar bakteri dan disarankan untuk mengonsumsi minuman dalam kemasan.

2. Pencegahan virus corona

Vaksin virus corona hingga saat ini masih belum juga ditemukan dan masih dalam tahap pengembangan. Namun, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus corona. Berikut cara-caranya:

-Sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik hingga bersih.

-Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci.

-Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.

-Hindari menyentuh hewan atau unggas liar.

-Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering digunakan.

-Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu. Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih.

-Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.

-Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala penyakit saluran napas.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts