Tembus 106 Kasus Sehari, Hong Kong Akui Sedang Terancam Pandemi Corona Skala Besar
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Hong Kong mencatatkan lonjakan kasus positif Corona pada Selasa (28/7) kemarin. Hal ini membuat Hong Kong berancang-ancang menghadapi gelombang wabah yang parah.

WowKeren - Hong Kong menjadi salah satu negara yang sempat berhasil mengendalikan wabah COVID-19. Namun tampaknya daerah yang bermasalah dengan otonominya terhadap Tiongkok itu harus dibuat "panas-dingin" dengan kemungkinan datangnya gelombang lanjutan COVID-19.

Bahkan Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, mengungkap potensi daerah itu akan berhadapan dengan pandemi skala besar. Pernyataannya ini didukung dengan krisis yang dihadapi Hong Kong saat ini lantaran baru saja mengonfirmasi sampai 106 kasus pada Selasa (28/7) kemarin.

"Kita berada di ambang wabah besar-besaran," ujar Lam, dilansir BBC pada Rabu (29/7). "Yang dapat menyebabkan runtuhnya sistem rumah sakit dan memakan banyak korban jiwa, terutama para lansia."

Oleh karenanya, Lam mendesak seluruh orang agar tetap berada di dalam rumah kecuali benar-benar terpaksa. Selain itu, setiap warga Hong Kong juga harus mematuhi protokol kesehatan yang berlangsung dengan tetap menjaga jarak sosial.


Selain itu, Hong Kong juga menerapkan aturan dan pembatasan baru yang lebih ketat. Seperti misalnya dengan kewajiban setiap warga menggunakan masker ketika berada di ruang publik, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Namun satu kebijakan yang belakangan sangat menyita perhatian adalah Hong Kong yang melarang warga untuk makan di rumah makan atau restoran atau berkumpul lebih dari dua orang. Selain itu, Hong Kong juga akan menutup sementara salon, bar, serta pusat kebugaran.

Saat ini memang ada beberapa negara yang sedang berjibaku dengan gelombang lanjutan COVID-19. Padahal sebelumnya negara-negara ini sudah berhasil mengendalikan wabah COVID-19, bahkan mencatatkan berhari-hari tanpa kasus positif.

Seperti misalnya Vietnam yang melaporkan kasus baru setelah 100 hari bebas COVID-19. Usai kasus baru itu dikonfirmasi, Vietnam langsung mengevakuasi ratusan ribu warganya, termasuk para wisatawan lokal yang ada di sana, demi menghindari penularan lebih lanjut.

"Evakuasi akan berlangsung paling tidak selama empat hari. Kami akan menggunakan seratus penerbangan lokal menuju empat kota di Vietnam," demikian keterangan pemerintah Vietnam, dilansir dari Reuters, Rabu (29/7).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts