Kasus COVID-19 di Kementerian Tinggi Jadi Sorotan, Diduga Ini Penyebabnya
AFP/National Institutes of He
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sedikitnya ada 20 klaster dengan 139 kasus yang terjadi di kantor kementerian. Sementara itu untuk lembaga pemerintahan ada sebanyak 10 klaster dengan 25 kasus.

WowKeren - Tingginya kasus positif COVID-19 di kementerian menuai sorotan. Salah satunya datang dari Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra.

Hermawan menilai salah satu klaster baru yang juga turut menyumbang angka penularan tinggi di Jakarta ada di kantor kementerian. Misalnya di kementerian pendidikan dan keuangan.


"Jangan lupa kasus-kasus di kementerian paling tinggi," kata Hermawan dilansir Okezone, Kamis (30/7). "Kementerian keuangan, pendidikan, bahkan kementerian kesehatan juga banyak kasusnya."

Sedikitnya ada 20 klaster dengan 139 kasus yang terjadi di kantor kementerian. Sementara itu untuk lembaga pemerintahan ada sebanyak 10 klaster dengan 25 kasus.

Hermawan menilai munculnya klaster-klaster baru di ibu kota tak lepas dari adanya pelonggaran saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Akibat pelonggaran itu, virus corona sudah menyebar ke hampir seluruh aspek kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Bukan hanya di lingkup perkantoran, namun juga pasar-pasar.

"Jadi semua institusi perkantoran, area permukiman, merata sekarang. Demikian juga pasar-pasar ya. Tempat usaha," ujar Hermawan. "Ya itu memang konsekuensi ketika seluruh sektor kehidupan dibuka, terutama keramaian di perkantoran, di industri pabrik-pabrik."

Sementara itu, Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah menyebut ada 90 klaster perkantoran di DKI. 90 klaster ini telah menyumbang 459 kasus positif corona.

"Jadi kalau di DKI Jakarta sendiri sampai dengan tanggal 28 Juli 2020," kata Dewi di Graha BNPB, Rabu (29/7). "Ditemukan 90 klaster dengan total kasus 459."

Sejak pelaksanaan PSBB transisi, penambahan klaster di DKI hampir sepuluh kali lipat. "Ini kalau kita lihat memang angkanya bertambah hampir 10 kali lipat sejak yang sebelum masa PSBB cuma 43 klaster," ungkapnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts