Pesawat Militer AS Diam-Diam Intai Tiongkok
Dunia

Pesawat militer AS telah terbang di dekat daratan Tiongkok selama 12 hari berturut-turut. Insiden tersebut berlangsung ketika ketegangan antara AS-Tiongkok terus memuncak.

WowKeren - Dua pesawat militer Amerika Serikat dilaporkan kembali mendekati daratan Tiongkok, tepatnya kurang dari 100 kilometer dari Kota Shanghai pada Minggu pekan lalu. Lembaga riset South China Sea Strategic Situation Probing Initiative memaparkan kedua pesawat militer AS itu terdiri dari pesawat anti-kapal selam P-8A dan pesawat pengintai EP-3E.

Dilansir CNN pada Kamis (30/7), kedua pesawat itu terdeteksi memasuki Selat Taiwan dan terbang di dekat pantai Zhejiang dan Fujian. South China Sea Strategic Situation Probing Initiative juga mengatakan bahwa pesawat Angkatan Laut AS P-8A terbang di dekat Shanghai bersama kapal perusak rudal USS Rafael Peralta yang berlayar dengan rute yang sama di bawahnya.

"Mungkin operasi bersama?" kata South China Sea Strategic Situation Probing Initiative di Twitter.

Berdasarkan grafiknya, lembaga itu memaparkan pesawat P-8A terbang dengan jarak 76,5 kilometer dari Shanghai. Pesawat tersebut menjadi yang pertama terbang dengan jarak terdekat ke daratan Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.


Lembaga tersebut mengatakan pesawat EP-3E juga melakukan operasi pengintaian jarak dekat dengan terbang kurang dari 100 kilometer dari Guangdong. Sementara itu, sejumlah pesawat militer AS lainnya terbang dengan jarak 106 kilometer dari lepas pantai selatan Fujian.

Insiden akhir pekan lalu itu menandai bahwa pesawat militer AS telah terbang di dekat daratan Tiongkok selama 12 hari berturut-turut. Insiden tersebut berlangsung ketika ketegangan antara AS-Tiongkok terus memuncak terutama setelah bertikai terkait penutupan gedung konsulat.

AS memerintahkan Tiongkok menutup kantor konsulatnya di Houston, Texas, karena dianggap menjadi sarang intelijen Negeri Tirai Bambu. Sementara itu, Tiongkok juga turut melakukan hal serupa dengan menutup paksa kantor konsulat AS di Chengdu sebagai balasan.

Dalam beberapa waktu terakhir, hubungan antara AS dan Tiongkok memang terus memanas. Hal ini bermula ketika AS menuduh bahwa Tiongkok mungkin telah mengetahui virus corona (COVID-19) pada awal November. Tudingannya tersebut menyusul pernyataannya tentang Tiongkok yang dinilainya sama sekali tak transparan soal virus corona dan membuat banyak negara menjadi kesulitan menghadapi pandemi ini.

Pemerintah Tiongkok sendiri telah membalas pernyataan AS dan mengatakan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar dan sepenuhnya untuk tujuan menyalahkan orang lain. Menurut mereka, komentar AS bertentangan dengan konsensus umum komunitas global. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, mengatakan bahwa negaranya telah memberikan informasi yang tepat waktu kepada dunia dan aktif bekerja sama dengan yang lain.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts