Usulan Trump Tunda Pilpres AS Akibat COVID-19 Ditolak Mentah-Mentah
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sebelumnya, Trump melontarkan usulan ini ketika berbagai pihak mulai membicarakan kemungkinan menggelar pemilu dengan sistem mail-in atau pos di tengah pandemi virus corona.

WowKeren - Usulan Presiden Donald Trump untuk menunda pemilu AS akibat pandemi COVID-19 rupanya langsung ditolak mentah-mentah. Politisi senior Partai Republik dikabarkan tak menyetujui saran Trump agar pemilihan presiden pada November ditunda karena dugaan penipuan. Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell, maupun Pemimpin Minoritas DPR, Kevin McCarthy, sepakat menolak gagasan tersebut.

Disebutkan bahwa Trump tidak memiliki wewenang untuk menunda pemilihan karena penundaan harus disetujui oleh Kongres. Sebelumnya, Presiden menyarankan bahwa peningkatan pemungutan suara melalui mail-in dapat menyebabkan penipuan dan hasil yang tidak akurat.


Senator McConnell mengatakan tidak ada pemilihan presiden AS yang pernah ditunda sebelumnya. "Tidak pernah dalam sejarah negara ini melalui perang, depresi, dan Perang Sipil, pernahkah kita tidak memiliki pemilihan federal yang dijadwalkan tepat waktu. Kita akan menemukan cara untuk melakukan itu lagi pada 3 November ini," kata McConnell.

Senada dengan McConnell, Kevin McCarthy juga sepakat akan hal tersebut. Sekutu Trump, Senator Lindsay Graham juga mengatakan penundaan itu bukan ide yang baik.

Trump melontarkan usulan ini ketika berbagai pihak mulai membicarakan kemungkinan menggelar pemilu dengan sistem mail-in. Dengan sistem ini, warga akan menerima kertas suara yang dikirimkan ke tempat tinggal masing-masing. Mereka kemudian mengisi surat suara tersebut dan mengirimkannya kembali ke pihak berwenang.

Gagasan Trump ini langsung menuai kecaman karena secara tradisi, AS selalu menggelar pemilu pada hari Selasa pertama setelah 1 November, yang pada tahun ini jatuh di tanggal 3 November.

Petahana dari Partai Republik tersebut dikritik karena secara hukum, presiden AS tak dapat mengubah waktu pemilu. Dalam konferensi pers setelah kicauan tersebut, Trump lantas membela diri.

"Apakah saya ingin mengubah tanggalnya? Tidak. Namun, saya tidak mau melihat pemilu yang cacat. Pemilu ini akan menjadi yang paling curang sepanjang sejarah jika terjadi," ucap Trump.

Meski Trump mengatasnamakan keselamatan warga AS, para lawan politik menganggap sang Presiden mengutarakan gagasan tersebut karena popularitasnya saat ini kian turun dibanding pesaingnya dari Partai Demokrat, Joe Biden. Trump sendiri menuliskan kicauan di Twitter hanya berselang beberapa menit setelah data kuartal kedua 2020 menunjukkan ekonomi AS turun 32,9 persen.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts