WHO Sanjung Arab Saudi Soal Ibadah Haji di Tengah Pandemi Corona
Dunia
Pandemi Virus Corona

Ibadah haji tahun ini telah dimulai sejak Rabu (29/7) waktu setempat. Jumlah jemaah haji pun dibatasi dengan ketat karena Arab Saudi selaku tuan rumah berusaha untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

WowKeren - Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesu, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada umat Muslim di seluruh dunia. Selain itu, Tedros juga memuji Kerajaan Arab Saudi atas langkah-langkah yang telah diambil dalam memastikan keamanan para jemaah haji tahun ini.

Adapun pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini harus dilakukan secara terbatas mengingat pandemi corona masih berlangsung. Melansir kantor berita pemerintah Arab Saudi Saudi Press Agency (SPA) pada Jumat (31/7), Tedros menilai langkah yang dilakukan pemerintah Saudi merupakan contoh sempurna dari apa yang dapat dilakukan negara-negara untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru di tengah pandemi corona.


"Saya ingin mengucapkan selamat kepada kerajaan Arab Saudi atas langkah-langkah yang telah dilakukan untuk membuat haji seaman mungkin tahun ini," tutur Tedros di Jenewa. "Ini merupakan contoh kuat dari jenis tindakan yang dapat dan harus dilakukan oleh suatu negara untuk beradaptasi dengan situasi new normal."

Sementara itu, ibadah haji tahunan telah dimulai sejak Rabu (29/7) waktu setempat. Jumlah jemaah haji pun dibatasi dengan ketat karena Arab Saudi selaku tuan rumah berusaha untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

Apabila biasanya ada sekitar 2 juta jemaah haji, maka pada tahun ini hanya ada 1.000 jemaah. Asisten Menteri Kesehatan Arab Saudi menyatakan bahwa tidak ada kasus COVID-19 yang tercatat di antara para jemaah haji tahun ini.

Apabila biasanya jemaah berdoa bahu membahu di dalam kerumunan besar, maka tahun ini jemaah harus menjaga jarak alias menerapkan social distancing. Melansir The National, para jemaah hanya diizinkan untuk bergerak dalam kelompok berisi 20 orang pada tahun ini.

Tahun ini, hanya orang-orang yang telah tinggal di Arab Saudi saja yang diizinkan untuk menunaikan ibadah haji. Para jemaah harus mendaftar melalui portal online, berusia antara 20 dan 50, dan tidak memiliki penyakit akut atau gejala virus.

"Tidak ada kekhawatiran terkait keamanan dalam ibadah haji ini," terang Direktur Keamanan Publik Arab Saudi, Khalid bin Qarar Al-Harbi, dilansir AFP. "Tetapi (perampingan) adalah untuk melindungi para jemaah dari bahaya pandemi."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts