Rusia Optimis Vaksin COVID-19 Bakal Tersedia September
Health
Vaksin COVID-19

Rusia, yang memiliki jumlah kasus COVID-19 terbesar keempat di dunia, memang diketahui sedang berusaha keras menjadi negara pertama yang memproduksi vaksin COVID-19.

WowKeren - Rusia mengatakan bahwa mereka akan mulai memproduksi dua jenis vaksin virus corona (COVID-19) pada bulan September dan Oktober mendatang. Rusia mengklaim bahwa mereka tengah berlomba untuk mengembangkan formula vaksin sebelum negara-negara Barat menemukannya lebih dulu.

Pada pertemuan yang dipimpin oleh Presiden Vladimir Putin, Wakil Perdana Menteri Tatyana Golikova memilih dua vaksin yang sedang dikembangkan oleh sebuah lembaga penelitian di Moskow dan sebuah laboratorium di Siberia. "Hari ini ada dua vaksin yang paling menjanjikan," kata Golikova, sebagaimana dilansir dari The Jakarta Post pada Jumat (31/7).


Golikova menyebut produksi jenis vaksin yang pertama, yang sedang diuji oleh lembaga Gamaleya yang berbasis di Moskow dan kementerian pertahanan, ditetapkan untuk mulai diproduksi pada bulan September. Sedangkan vaksin lain yang sedang dikembangkan oleh laboratorium Vektor dekat kota Novosibirsk di Siberia harus diluncurkan pada Oktober.

Rusia, yang memiliki jumlah kasus COVID-19 terbesar keempat di dunia, diketahui sedang berusaha keras menjadi negara pertama yang memproduksi vaksin COVID-19. Hal ini dinyatakan oleh Kirill Dmitriev, kepala departemen yang membiayai uji coba vaksin dari Gamaleya.

"Ini momen Sputnik," katanya, merujuk pada peluncuran satelit angkasa luar angkasa pertama Rusia oleh Rusia pada tahun 1957. "Rusia akan sampai di sana dulu."

Sebelumnya, para ilmuwan di Barat sempat menyuarakan keprihatinan tentang kecepatan pengembangan vaksin Rusia. Hal tersebut rupanya membuat para peneliti mendapat tekanan dan berusaha lebih keras untuk segera menemukan vaksin virus yang menyebar dari Wuhan ini.

Di sisi lain, Rusia sendiri dikabarkan menjadi negara pertama yang telah berhasil menyelesaikan tahap uji coba klinis virus corona ke manusia. Dalam waktu dekat Rusia akan menyetujui penggunaan vaksin tersebut untuk umum. Untuk orang pertama yang akan mendapatkan vaksin tersebut diprioritaskan untuk para petugas kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan wabah COVID-19.

Para pejabat Rusia mengatakan vaksin berusaha dibuat dengan cepat dan mendapat persetujuan sesegera mungkin karena wabah COVID-19 di Rusia sendiri cukup parah. "Ilmuwan kami fokus bukan pada menjadi yang pertama tetapi pada melindungi orang," kata Dmitriev.

"Rusia memperkuat posisi kepemimpinannya dalam pengembangan vaksin dan platform vaksin Ebola dan MERS yang telah terbukti untuk membawa solusi pertama yang aman dan efisien untuk masalah terbesar dunia," imbuh Dmitriev.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts