Sering Disanksi Sosial, Gilang 'Fetish Kain Jarik' Bangga Umumkan Penyimpangan Yang Dialami
Nasional

Kasus penyimpangan seksual bertajuk 'fetish kain jarik' ini tengah menyita perhatian nasional. Dan terungkap bahwa Gilang, sang pelaku, sudah sering mendapat sanksi sosial karena perilakunya.

WowKeren - Beberapa hari terakhir kata kunci "Gilang" terus memuncaki trending topic Indonesia. Hal ini tak lepas dari utas viral yang menyebut Gilang sebagai predator seksual yang memiliki penyimpangan "fetish kain jarik".

Profil mahasiswa Universitas Airlangga itu terus berusaha dikulik oleh masyarakat, termasuk perihal bagaimana Gilang menanggapi penyimpangan yang ia alami. Dan rupanya, disampaikan oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB Unair, Adnan Guntur, Adnan Guntur, menyebut sosok Gilang yang meresahkan sudah menjadi rahasia umum di fakultasnya.


"Sejauh ini memang sebenarnya mahasiswa sendiri sudah menindaklanjuti," ujar Adnan, Kamis (30/7). "Di beberapa kepanitiaan untuk acara yang melibatkan maba (mahasiswa baru) dia tidak diikutsertakan."

Pasalnya BEM FIB Unair sudah beberapa kali mendapatkan keluhan soal tingkah meresahkan Gilang. Bahkan pernah sekali Gilang sampai diarak keliling kampung karena melakukan tindak asusila.

Namun sanksi sosial yang diterimanya itu sepertinya tidak membuat Gilang jera. Adnan bahkan menilai Gilang justru semakin bangga dengan penyimpangan yang dialami dan memamerkannya kemana-mana.

"Dan yang saya ketahui di media sosialnya, dia lagi getol-getolnya menyuarakan LGBT," pungkas Adnan, dikutip dari Tribun Jatim. "Di Instagram pun dia menuliskan sebagai biseksual yang bangga."

Sebagai informasi, biseksual merupakan bentuk orientasi seksual dimana yang bersangkutan tertarik kepada dua jenis kelamin sekaligus. Dalam utas pengakuan korban pun sempat disebut Gilang sebagai sosok biseksual.

Di sisi lain, BEM FIB Unair mengaku sudah menerima banyak laporan dan sedang fokus memberikan pendampingan kepada korban. Namun sebelumnya pihak BEM juga sudah berkali-kali menegur Gilang karena banyaknya keluhan yang masuk.

"Kami sudah melakukan berbagai hal, pertama ke pelaku sudah mengingatkan, jangan sampai berkelanjutan," tegas Adnan, dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (31/7). "Ini sudah meresahkan."

Sejauh ini FIB Unair pun masih melacak keberadaan Gilang yang disebut bukan warga asli Surabaya itu. Unair juga siap memberlakukan drop out alias dikeluarkan dari kampus apabila Gilang benar terbukti melakukan pelecehan seperti yang diungkap para korban.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts