Tembus 800 Ribu Kasus, Presiden Vladimir Putin Klaim Pandemi COVID-19 di Rusia Sudah Stabil
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Vladimir Putin mencatat bahwa jumlah kasus baru telah berkurang setengahnya sejak puncak COVID-19 terjadi pada Mei. Putin juga menyebut kasus infeksi berangsur-angsur menurun pada Juni dan Juli.

WowKeren - Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim bahwa wabah virus corona (COVID-19) di negaranya telah stabil. Kendati demikian, Putin mengingatkan bahwa situasi ini dapat memburuk dengan mudah.

"Jumlah infeksi virus corona di Rusia berangsur-angsur menurun pada Juni dan Juli," kata Putin saat konferensi video dengan para pejabat, mencatat bahwa jumlah kasus baru telah berkurang setengahnya sejak puncaknya pada Mei. "(Tapi) situasinya tetap sulit, bisa berayun ke segala arah," imbuhnya.

Lebih lanjut, Putin meminta warga Rusia untuk mematuhi aturan yang berlaku guna mencegah penyebaran virus agar tidak perlu memaksakan kembali pembatasan (lockdown), terutama di sektor pendidikan. "Penting bahwa taman kanak-kanak, perguruan tinggi, dan organisasi dapat bekerja dengan aman, dengan cara yang biasa orang terbiasa," tambahnya.

Rusia sendiri telah mencatat jumlah infeksi COVID-19 tertinggi keempat di dunia dengan lebih dari 800 ribu kasus infeksi dan 13,802 jumlah korban jiwa.


Di sisi lain, Rusia juga mengatakan bahwa mereka akan mulai memproduksi dua jenis vaksin virus corona (COVID-19) pada bulan September dan Oktober mendatang. Rusia mengklaim bahwa mereka tengah berlomba untuk mengembangkan formula vaksin sebelum negara-negara Barat menemukannya lebih dulu.

Wakil Perdana Menteri Tatyana Golikova memilih dua vaksin yang sedang dikembangkan oleh sebuah lembaga penelitian di Moskow dan sebuah laboratorium di Siberia. "Hari ini ada dua vaksin yang paling menjanjikan," kata Golikova, sebagaimana dilansir dari The Jakarta Post pada Jumat (31/7).

Golikova menyebut produksi jenis vaksin yang pertama, yang sedang diuji oleh lembaga Gamaleya yang berbasis di Moskow dan kementerian pertahanan, ditetapkan untuk mulai diproduksi pada bulan September. Sedangkan vaksin lain yang sedang dikembangkan oleh laboratorium Vektor dekat kota Novosibirsk di Siberia harus diluncurkan pada Oktober.

Rusia memang diketahui sedang berusaha keras menjadi negara pertama yang memproduksi vaksin COVID-19. Hal ini dinyatakan oleh Kirill Dmitriev, kepala departemen yang membiayai uji coba vaksin dari Gamaleya.

"Ini momen Sputnik," katanya, merujuk pada peluncuran satelit angkasa luar angkasa pertama Rusia oleh Rusia pada tahun 1957. "Rusia akan sampai di sana dulu."

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts