Berbulan-Bulan Sukses Tekan Pandemi, Vietnam Catat Kematian COVID-19 Pertama
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Vietnam telah melaporkan nihil kasus COVID-19 baru selama 100 hari. Namun, klaster penyebaran corona yang masih belum diketahui asalnya tiba-tiba muncul di kota Danang pada pekan lalu.

WowKeren - Vietnam melaporkan kematian pasien virus corona (COVID-19) untuk pertama kalinya pada Jumat (31/7). Sebelumnya, Vietnam merupakan salah satu negara yang sukses mengendalikan penyebaran COVID-19.

Vietnam telah melaporkan nihil kasus COVID-19 baru selama 100 hari. Namun, klaster penyebaran corona yang masih belum diketahui asalnya tiba-tiba muncul di kota Danang pada pekan lalu. Kota Danang sendiri merupakan salah satu destinasi wisatawan lokal di Vietnam.

Melansir kantor berita Reuters, Menteri Kesehatan Vietnam melaporkan 82 kasus COVID-19 baru pada Jumat (31/7). Adapun 26 pasien di antaranya merupakan imported cases.

Surat kabar Thanh Nien melaporkan bahwa seorang pria berusia 70 tahun meninggal dunia setelah tertular COVID-19. Korban jiwa COVID-19 pertama di Vietnam itu disebut memiliki penyakit ginjal dan sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Danang.


Kepala Administrasi Pemeriksaan dan Perawatan Medis Vietnam, Dr. Luong Ngoc Khue, menyatakan setidaknya ada enam pasien positif COVID-19 lanjut usia yang saat ini dalam kondisi kritis. Ia mengaku keenam pasien tersebut juga memiliki penyakit bawaan.

Akibat lonjakan kasus corona ini, tes COVID-19 massal pun dilakukan di Ibu Kota Vietnam, Hanoi, pada Kamis (30/7). Hingga Jumat (31/7) siang, Pusat Pengendalian Penyakit Hanoi melaporkan sebanyak 21.732 orang telah menjalani tes corona.

Sekitar 21 ribu orang di antaranya dinyatakan negatif COVID-19. Namun Pusat Pengendalian Penyakit Hanoi tidak memberi pernyataan lebih lanjut terkait hasil tes massal tersebut.

Perkumpulan yang melibatkan banyak orang pun telah dilarang di Hanoi sejak Kamis kemarin. Pemerintah Vietnam juga mendesak puluhan ribu pelancong domestik untuk melapor ke pihak berwenang.

Selain itu, bar dan klub malam juga ditutup. Selanjutnya, penutupan diperluas untuk warung kaki lima dan ruang karaoke sejak Jumat hari ini. Kekinian, pihak otoritas Hanoi menyatakan bahwa restoran dan supermarket bisa tetap buka namun harus menerapkan langkah-langka social distancing.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts