WHO Catat Rekor 292 Ribu Kasus Baru COVID-19 Sehari, Inilah Negara Yang Laporkan Lonjakan Tertinggi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan lonjakan penularan virus corona di sejumlah negara disebabkan sikap acuh anak muda yang justru membuat penularan virus corona semakin mudah.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan rekor penambahan 292.527 kasus baru infeksi COVID-19 di seluruh dunia dalam 24 jam terakhir. Peningkatan kasus baru kali ini melampaui rekor sebelumnya sebanyak 284.196 kasus baru pada 24 Juli lalu.

Angka kenaikan terbesar kasus baru COVID-19 berasal dari Amerika Serikat, Brasil, India, dan Afrika Selatan. AS sendiri hingga kini memang terus mengalami lonjakan kasus baru maupun kematian yang disebabkan oleh COVID-19.


Berdasarkan statistik Worldometers.info per Sabtu (1/8), AS masih menjadi negara dengan kasus dan kematian corona tertinggi di dunia. Negeri Paman Sam tercatat memiliki lebih dari 4,7 juta kasus corona dengan 156,742 kematian.

Tren penularan kasus corona di AS terus meningkat meski Negeri Paman Sam telah memasuki era new normal, di mana pemerintah federal dan negara bagian telah mencabut serangkaian kebijakan pembatasan pergerakan.

Bahkan ahli penyakit menular AS, Anthony Fauci, mengatakan kepada Kongres bahwa penanganan virus corona di Negeri Paman Sam berjalan ke arah yang salah. Fauci bahkan mengatakan bahwa pemerintah belum bisa mengendalikan penularan virus corona di AS.

Bukan hanya itu, Fauci juga memperingatkan bahwa kasus corona baru bisa bertambah dua kali lipat menjadi 100 ribu per hari jika pihak berwenang gagal mengambil langkah yang tepat dan cepat untuk mengendalikan penularan COVID-19.

Sementara itu, Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan lonjakan penularan virus corona di sejumlah negara disebabkan sikap acuh anak muda yang justru membuat penularan virus corona semakin mudah. Selain orang tua, anak mudah sebenarnya juga berisiko terinfeksi COVID-19.

"Meskipun orang tua berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah, orang yang lebih muda juga berisiko. Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah meyakinkan anak muda tentang risiko ini (tertular virus corona)," ujar Tedros.

Ia mengatakan ucapannya itu mengacu pada fakta bahwa di beberapa negara lonjakan kasus dipicu oleh sikap acuh anak muda terhadap penularan virus di tempat publik. Menurutnya, di beberapa negara anak muda mulai bepergian ke tempat publik untuk menghabiskan liburan musim panas dan mengacuhkan protokol kesehatan.

Di sisi lain, secara global virus ini telah menginfeksi lebih dari 17,7 juta jiwa dengan 682,192 kematian. Sejauh ini, sebanyak 11,1 juta pasien dinyatakan sembuh dan ada 5,911,292 kasus aktif yang masih ditangani di berbagai negara.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts