Sembuh dari COVID-19, Paru-Paru Presiden Brasil Jair Bolsonaro Terinfeksi Jamur
Dunia

Menurut Presiden yang kerap dijuluki sebagai Donald Trump versi Brasil tersebut, infeksi jamur di paru-paru itu muncul sebagai imbas dari masa isolasi yang dijalaninya setelah positif COVID-19.

WowKeren - Presiden Brasil Jair Bolsonaro baru saja dinyatakan pulih dari infeksi COVID-19. Kendati demikian, Presiden kontroversial tersebut mengalami masalah kesehatan lainnya lantaran paru-parunya terkena infeksi jamur.

Kondisi kesehatan Bolsonaro dikabarkan kembali melemah akibat infeksi ini. "Saya baru saja melakukan tes darah. Tapi saya merasa agak lemah kemarin. Mereka (para dokter) menemukan sedikit infeksi lain, saya memiliki jamur di paru-paru," kata Bolsonaro pada media lokal.

Menurut Presiden yang kerap dijuluki sebagai Donald Trump versi Brasil tersebut, jamur di paru-paru itu muncul sebagai imbas dari masa isolasi yang dijalaninya setelah positif COVID-19. "Setelah 20 hari di dalam ruangan, saya memiliki infeksi lain. Sekarang saya harus minum antibiotik," kata Bolsonaro.

Sebagai informasi tambahan, Bolsonaro pertama kali mengumumkan dirinya terinfeksi COVID-19 melalui siaran langsung pada 7 Juli lalu. Kemudian ia melakukan tes yang kedua pada 14 Juli, dan hasilnya masih dinyatakan positif. Lalu di tes yang ketiga pada 21 Juli, ia masih juga belum dinyatakan pulih. Hingga akhirnya pada tes yang keempat akhir pekan lalu, Sabtu (25/7), ia dinyatakan negatif COVID-19.


Bolsonaro menjalani pemeriksaan COVID-19 setelah media setempat melaporkan bahwa sang Presiden mengalami gejala-gejala yang diasosiasikan dengan infeksi corona, seperti demam hingga 38 derajat Celcius.

Pemeriksaan dilakukan setelah sejumlah foto yang dirilis kantor kepresidenan Brasil menunjukkan Bolsonaro menggelar jamuan makan siang bersama dengan duta besar Amerika Serikat dan beberapa menteri tanpa menggunakan masker. Jamuan makan siang itu digelar untuk merayakan hari kemerdekaan AS pada 4 Juli.

Selama ini Bolsonaro sendiri dikenal selalu meremehkan dampak virus corona meski Brasil menjadi negara kedua dengan jumlah kasus infeksi tertinggi di dunia. Di awal penyebaran corona di Brasil, ia menganggap virus COVID-19 sebagai "flu biasa". Bolsonaro bahkan ikut berdemo menentang kebijakan pemerintah negara bagian yang menerapkan penguncian atau karantina wilayah demi menekan angka penularan.

Bukan hanya itu, Bolsonaro juga kerap melanggar pendoman pemakaian masker di ruang publik, termasuk tidak menerapkan jaga jarak sosial seperti berjabat tangan, menggelar pesta, dan lain sebagainya. Padahal hakim sudah memerintahkannya untuk mengenakan masker pada akhir Juni lalu.

Sementara itu, sejak dinyatakan tertular COVID-19, Bolsonaro mengunggah video melalui media sosial yang memperlihatkan dia sedang meminum obat hidroksiklorokuin yang biasa digunakan untuk mengobati malaria. Padahal, para ahli penyakit menular di Brasil sudah melarang para dokter untuk menggunakan obat itu untuk mengobati pasien COVID-19.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts