AS Gelar Kemah Musim Panas, Ratusan Anak Positif COVID-19
Dunia
Pandemi Virus Corona

Negara bagian Georgia, Amerika Serikat, melaporkan kasus corona yang menjangkiti ratusan anak di tengah rangkaian kamp musim panas (summer camp). CDC melaporkan 260 dari 597 peserta summer camp positif COVID-19.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) di Amerika Serikat semakin memburuk. Pasalnya, sejumlah anak di bawah umur saat ini dinyatakan rentan terhadap virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut.

Baru-baru ini, negara bagian Georgia, AS, melaporkan kasus corona yang menjangkiti ratusan anak di tengah rangkaian kamp musim panas (summer camp). Mereka saling menularkan setelah menghabiskan waktu bersama dalam jarak dekat.


Dilansir Reuters, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan 260 dari 597 peserta summer camp positif COVID-19. Jumlah ini kemungkinan lebih tinggi lantaran hasil tes corona hanya tersedia untuk 58 persen dari komunitas.

Panitia Summer Camp mengabaikan saran CDC yang meminta seluruh peserta mengenakan masker dan menjaga jarak selama acara berlangsung. Penggunaan masker hanya diwajibkan untuk para staf.

Mereka tidur bersama di sebuah kabin yang menampung hingga 26 orang. Panitia memastikan peserta telah menunjukkan bukti tes COVID-19 negatif yang diambil 12 hari sebelum acara berlangsung.

Sebelum dimulai, Summer Camp tersebut mengadakan orientasi untuk peserta pelatihan dan anggota staf pada 17 Juni hingga 20 Juni. Sebagian besar peserta berusia 21 tahun ke bawah.

Kamp secara resmi dibuka pada 21 Juni dan diikuti oleh 363 peserta. Usia peserta berkisar antara enam hingga 19 tahun. "Peserta perkemahan terlibat dalam berbagai kegiatan di dalam dan luar ruangan, termasuk menyanyi dan bersorak-sorak setiap hari," kata laporan CDC.

Pada 23 Juni, seorang anggota staf usia remaja meninggalkan kemah karena menderita demam pada malam sebelumnya. Keesokan harinya, staf tersebut dinyatakan positif COVID-19 setelah melakukan tes pada hari yang sama.

Panitia mulai memulangkan para peserta dan menutup kegiatan pada 27 Juni. Investigasi yang dimulai sejak 25 Juni menemukan bahwa 260 orang di kegiatan tersebut positif COVID-19. Di antara mereka, 74 persen memiliki gejala ringan termasuk demam, sakit kepala dan sakit tenggorokan sementara sisanya tidak menunjukkan gejala.

"Temuan ini menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 menyebar secara efisien dalam semalam yang berpusat pada anak-anak muda, menghasilkan tingkat serangan yang tinggi di antara orang-orang di semua kelompok umur," tulis CDC.

Tingkat serangan adalah jumlah total kasus baru dibagi dengan total populasi berisiko. CDC menyatakan, temuan ini berkontribusi pada kumpulan bukti yang menunjukkan anak-anak dari segala usia rentan terhadap corona.

Sementara itu, hingga Sabtu (1/8), total kasus corona di Negeri Paman Sam telah mencapai lebih dari 4,7 juta orang. Dengan pasien meninggal sebanyak 156.747 dan yang sembuh sebanyak 2.327.572.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts