Sarankan Warga Bersihkan Masker Pakai Bensin, Presiden Filipina Duterte: Saya Tidak Bercanda
Dunia
Pandemi Virus Corona

Diketahui, Filipina telah mewajibkan penggunaan masker sejak Maret 2020 lalu dalam rangka antisipasi penularan virus corona (COVID-19). Hingga kini, Filipina telah melaporkan total 93.354 kasus positif COVID-19.

WowKeren - Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali menyarankan warganya untuk membersihkan masker dengan menggunakan bensin pada Jumat (31/7). Presiden Duterte menekankan bahwa sarannya tersebut bukanlah sebuah candaan.

"Apa yang saya katakan adalah benar. Pergi saja ke SPBU dan beri beberapa tetes (bensin ke masker), itu adalah disinfektan," tutur Duterte dilansir kantor berita Reuters. "Saya tidak bercanda. Ini adalah benar. Kalian pikir saya hanya bercanda."


Pekan lalu, Duterte juga telah membuat pernyataan serupa terkait penggunaan bensin untuk membersihkan masker jika cairan pembersih lain tak tersedia. Namun, juru bicara Duterte mengaku bahwa pernyataan tersebut hanyalah sebuah gurauan. Sang jubir juga mengingatkan publik bahwa Duterte kerap mengatakan hal-hal bersifat candaan.

Sementara itu, ahli kesehatan menekankan bahwa saran Duterte untuk membersihkan masker dengan bensin sangat tidak disarankan. Pasalnya, menghirup bensin yang menempel di masker dapat membahayakan sistem pernapasan.

"Anda tidak dapat menggunakan bensin sebagai disinfektan," tegas Presiden Asosiasi Medis Filipina, Jose Santiago. "Menghirup (bensin) dapat menyebabkan kerusakan dan lebih banyak masalah seperti penyakit pernapasan."

Untuk membersihkan masker kain, pakar kesehatan merekomendasikan penggunaan sabun dan air. Untuk melakukan disinfeksi yang baik, maka warga juga dapat menggunakan ethyl 70 persen atau isopropyl alcohol.

Sebelumnya, pihak oposisi telah memberikan kecaman usai Duterte pertama kali menyarankan penggunaan bensin untuk membersihkan masker. Pihak oposisi menyebut saran sang Presiden berbahaya.

Sementara itu, Filipina telah mewajibkan penggunaan masker sejak Maret 2020 lalu dalam rangka antisipasi penularan virus corona (COVID-19). Melansir situs worldometers pada Sabtu (1/8), Filipina telah melaporkan 93.354 kasus positif COVID-19.

Dari jumlah tersebut, 65.178 pasien dinyatakan telah sembuh dari COVID-19. Sedangkan 2.023 orang dinyatakan meninggal dunia akibat COVID-19.

Filipina juga melaporkan lonjakan kasus COVID-19 harian tertinggi di Asia Tenggara selama dua hari berturut-turut pada Jumat (31/7). Duterte sendiri memutuskan untuk memperpanjang masa pembatasan demi menekan penyebaran COVID-19 dan berjanji situasi di Filipina akan kembali normal pada bulan Desember.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts