Warga Tasikmalaya Mendadak Meninggal Saat Sembelih Hewan Kurban, Ternyata Ini Penyebabnya
Nasional
Idul Adha di Tengah Corona

Pria bernama Epin Sutisna tersebut ambruk dan menimpa tubuh kambing sebelum sempat menyembelihnya. Insiden ini terjadi di Kampung Gunung Dongkol, Kelurahan Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

WowKeren - Seorang pria mendadak meninggal dunia saat akan menyembelih kambing kurban di Kampung Gunung Dongkol, Kelurahan Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Jumat (31/7) kemarin. Pria bernama Epin Sutisna tersebut terlanjur ambruk dan menimpa tubuh kambing sebelum sempat menyembelih.

Menurut keterangan Kapolsek Cibeurum, Polresta Tasikmalaya, AKP Suyitnokata, pria berusia 50 tahun tersebut rupanya memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan lambung. "Dia punya penyakit darah tinggi dan lambung, dan keluarga menolak untuk di lakukan autopsi dan menganggap kejadian ini sebagai musibah," terang Suyitnokata dilansir Kumparan pada Sabtu (1/8).

Kejadian tersebut membuat warga terkejut dan panik. Warga pun berupaya untuk mengangkat tubuh Epin yang sudah terkapar dan melarikannya ke RSU dr Soekardjo. Epin dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter di ruang IGD.

Sementara itu, kakak kandung Epin, Aan, menjelaskan bahwa sang adik selama ini telah dua kali berobat ke dokter. Mendiang disebut kerap mengeluhkan kondisi pusing, serta berat di pundak dan kepala.


"Tahu darah tinggi dan lambung dari dokter. Awalnya ia suka puyeng dan berat kepala, serta pundak," ungkap Aan. "Tapi tidak menyangka meninggal sampai mendadak seperti itu."

Di sisi lain, detik-detik sebelum Epin wafat diungkapkan oleh Ketua Panitia Kurban Kampung Gunung Dongkol, Mamun. Menurut Mamun, mendiang Epin memang telah ditunjuk sebagai salah satu tukang jagal untuk menyembelih hewan kurban yang terdiri dari seekor sapi dan tiga ekor kambing.

"Almarhum memang sudah biasa menyembelih hewan kurban setiap Idul Adha," terang Mamun. "Warga yang lain langsung menolong. Sepertinya langsung meninggal, tapi untuk pasti dibawa ke rumah sakit. Hasilnya memang meninggal dunia."

Sebelumnya, mendiang Epin juga telah menyatakan diri siap dan kuat untuk menyembelih kurban dalam rapat pada Kamis (30/7) malam. "Paginya saya pastikan, dia (Epin) bilang kuat. Tapi namanya juga sudah takdir," pungkas Mamun.

Di sisi lain, Idul Adha tahun ini harus dilakukan di tengah masa pandemi corona. Kementerian Agama RI pun telah mengeluarkan surat edaran untuk menerapkan protokol kesehatan di proses penyembelihan hewan kurban.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts