Mengejutkan, WHO Ungkap Dampak Corona Bisa Bertahan Hingga Beberapa Dekade
Dunia
Pandemi Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan fakta mengejutkan jika dampak dari pandemi virus corona (COVID-19) bisa bertahan hingga beberapa dekade lagi. Kok bisa?

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) telah menciptakan situasi krisis di dunia. Nyawa penduduk di berbagai belahan dunia telah terancam oleh virus asal Wuhan ini. Selain itu, dampak ekonomi juga telah membuat banyak warga dunia kehilangan pekerjaannya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lantas menyatakan agar dunia terus berjuang dan fokus dalam menekan laju penyebaran virus corona. WHO bahkan menyebut pandemi COVID-19 sebagai situasi langka yang memiliki dampak buruk sangat lama, hingga puluhan tahun ke depan.


”Pandemi ini adalah krisis kesehatan sekali dalam seratus tahun,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat membuka pertemuan komite darurat, seperti dilansir dari Reuters pada Jumat (31/7). “Efeknya akan terasa selama beberapa dekade.”

Tedros kemudian angkat berbicara mengenai perkembangan vaksin di sejumlah negara. Ia menyatakan saat ini setidaknya sudah ada lebih dari 150 perusahaan farmasi yang tengah berlomba-lomba mengembangkan vaksin virus corona.

Meski demikian, WHO memprediksi vaksin COVID-19 paling cepat bisa diedarkan pada awal 2021 mendatang. Tedros menjelaskan jika berbagai penelitian di seluruh dunia mulai mengungkap sifat-sifat dari virus SARS-COV-2 penyebab COVID-19.

Walau hasil penelitian terus mengungkapkan fakta baru, namun Tedros mengingatkan banyak risiko corona yang belum diketahui. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh masyarakat untuk terus waspada, khususnya negara-negara yang masih melaporkan tingginya kasus virus corona.

”Hasil awal berbagai studi serologi menemukan hal serupa: kebanyakan populasi dunia masih bisa terinfeksi virus ini,” jelas Tedros. “Bahkan pada area yang sudah beberapa kali mengalami wabah parah.”

”Banyak negara yang yakin mereka sudah melewati hal terburuk sekarang harus menghadapi wabah baru,” sambungnya “Beberapa negara yang sebelumnya hanya mengalami sedikit kasus pada awal-awal kini malah mengalami peningkatan jumlah kasus dan kematian.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts