Terlibat Klaster COVID-19 Terbesar, Pemimpin Sekte di Korsel Ditangkap
AFP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kepala kuat dari Gereja Shincheonji Yesus Lee Man-hee didakwa telah berkonspirasi dengan para pemimpin sekte lainnya untuk menahan informasi dari pihak berwenang.

WowKeren - Pihak berwenang Korea Selatan akhirnya menangkap pendiri sekte kristen rahasia Shincheonji yang sempat menjadi pusat wabah infeksi COVID-19 terbesar di negara itu.

Adalah Lee Man-hee, kepala kuat dari Gereja Shincheonji Yesus yang diduga menyembunyikan informasi penting dari pelacak kontak dan pelanggaran lainnya. Ia disebut-sebut memiliki kaitan dengan lebih dari 5.200 kasus COVID-19 di Korsel. Yang mana, jumlah tersebut adalah 36 persen dari total keseluruhan kasus di negara tersebut.


Ia didakwa telah berkonspirasi dengan para pemimpin sekte lainnya untuk menahan informasi dari pihak berwenang saat pandemi corona mencapai puncak di kalangan pengikutnya. Shincheonji sendiri memiliki lebih dari 200 ribu pengikut yang tersebar di sejumlah penjuru Korea Selatan.

Lee menggambarkan jika pandemi virus corona merupakan perbuatan setan yang menghalangi sekte untuk terus tumbuh. Ia diduga menyembunyikan perincian tentang anggota dan tempat-tempat pertemuan mereka ketika pihak berwenang mencoba melacak rute infeksi pada Februari.

Tak cukup sampai di situ, Lee juga diduga menggelapkan sekitar 5,6 miliar won dana kelompok sektenya. Sebagian 5 miliar won diduga dipakai untuk membangun fasilitas retreat.

Sekte Shincheonji menyatakan jika Lee prihatin dengan tuntutan pemerintah akan informasi pribadi anggota tetapi tidak pernah berusaha menyembunyikan apa pun. Lee sendiri akhirnya ditangkap pada hari ini, Sabtu (1/8) waktu setempat. Penangkapan ini dilakukan usai sebuah pengadilan di distrik Suwon mengabulkan dan menerbitkan surat perintah penangkapan terhadapnya.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, Gereja Yesus Shincheonji menutup fasilitas mereka di seluruh Korsel usai terjadi penyebaran virus corona ini. Pihak gereja juga meminta maaf karena seorang jemaatnya menjadi sumber penyebaran virus corona.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita berusia 61 tahun yang beribadah di Gereja itu disebut menjadi sumber penyebaran virus corona. Puluhan jemaat lain gereja dilaporkan tertular dari wanita tersebut.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts