Cegah Tertular Corona, Ini Tips Aman Makan Di Restoran Dari Ahli Epidemiologi
Reuters
SerbaSerbi
COVID-19 di Indonesia

Ahli epidemiologi dari Universitas Airlangga memberikan tips agar masyarakat dapat tetap aman dari penularan virus corona (COVID-19) saat sedang makan di restoran. Apa saja?

WowKeren - Penyebaran virus corona (COVID-19) masih meluas dengan cepat di sejumlah lokasi. Akibatnya, sering muncul berbagai klaster di ruang publik, seperti perkantoran, pasar tradisional, hingga tempat makan atau restoran.

Ahli epidemiologi dari Universitas Airlangga, Windhu Purnomo lantas memberikan saran kepada masyarakat agar bisa terhindar dari penularan virus corona saat makan di restoran. Ia menyarankan agar masyarakat sebisa mungkin menghindari makan atau minum di restoran.


Namun jika memang ingin pergi ke restoran, Windhu menyarankan agar mencari restoran dengan lokasi yang terbuka. Pasalnya, restoran yang tertutup memiliki risiko yang lebih tinggi terkait penularan virus corona.

”Itu prinsip ruangan tertutup, makanya yang terbaik itu restoran tetap dibuka tetapi jangan makan di situ,” kata Windhu seperti dilansir dari CNNIndonesia, Kamis (30/7). “Tidak apa-apa dibuka tetapi makan di luar.”

Windhu lantas menyarankan kepada pengusaha restoran untuk menciptakan tempat makan yang outdoor di tengah pandemi. Selain itu, restoran juga disarankan untuk mengurangi AC dan lebih mengandalkan ventilasi udara yang dibuka. Hal ini dinilai dapat membuat sirkulasi udara menjadi lebih lancar dan terjaga dengan baik.

”Atau nanti dibuat semacam tempat makan yang outdoor, lebih aman dibanding di dalam ruangan,” saran Windhu. “Makanya AC-AC juga dikurangi tapi ventilasi dibuka semua.”

Oleh sebab itu, Windhu menyarankan kepada pihak restoran untuk menyediakan tempat lagi bagi para pengunjung agar bisa makan di luar ruangan. Ia juga turut memberikan tips bagi pembeli makanan di restoran.

Menurut Windhu, pengunjung tetap harus menerapkan protokol pencegahan COVID-19 saat makan di restoran seperti saat makan ataupun minum di kantor. Diantaranya adalah tetap menjaga jarak hingga dua meter dan rajin mencuci tangan. Sedangkan untuk pemakaian masker, pengunjung bisa membuka masker saat makan dan minum dengan syarat letak restoran berada di ruangan terbuka.

”Makan dan minum di dalam ruangan tidak boleh berarti membuka masker, begitu buka masker maka peluang untuk tertular menjadi membesar,” jelas Windhu. “Jadi kalau mau makan dan minum harus keluar dari ruangan, di tempat yang terbuka baru bisa makan di situ.”

Dilansir CNN, sebuah studi mengungkapkan jika restoran yang tertutup menjadi salah satu lokasi penyebaran virus corona tertinggi. Kepala Divisi Penyakit Menular Buffalo University AS, Thomas Russo menjelaskan hal tersebut terjadi lantaran partikel dalam droplet cenderung terus bertahan di udara sejauh jarak dua meter.

Meski demikian, dalam beberapa kasus ditemukan jika droplet bahkan dapat menyebarkan virus dengan jarak yang lebih jauh. Apalagi jika keberadaan droplet berada di ruangan ber-AC atau ada kipas anginnya.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts