Unair Bongkar Keberadaan Gilang Predator ‘Fetish Kain Jarik’, Nyatakan Akan Gelar Sidang
Nasional

Universitas Airlangga (Unair) menyatakan tidak akan main-main dalam mengusut tuntas mengenai kasus mahasiswa mereka, Gilang yang menjadi predator seksual ‘fetish kain jarik’.

WowKeren - Kasus Gilang yang merupakan predator seksual berhasil ‘Fetish Kain Jarik’ telah menggegerkan dunia media sosial setelah diungkap oleh salah satu korbannya. Dampaknya, seluruh aksi penyimpangan seksual Gilang seolah meledak di media lantaran korban-korban lainnya mulai berani menguak sisi kelam mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) tersebut.

Pihak Unair sendiri telah membenarkan jika Gilang merupakan mahasiswa mereka di Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Tak ingin melindungi pelaku predator Gilang yang membuat resah, Unair kini bersiap menggelar sidang komite etik.


Adapun sidang komite etik ini akan dilakukan oleh FIB Unair secara daring atau online pada Senin (3/8) besok. Pihak Unair juga menyatakan akan memberikan tindakan yang tegas atas kasus pelecehan bungkus kain jarik terhadap Gilang.

”Sedang diatur, Senin (3/8), rencananya by Zoom,” kata Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo seperti dilansir dari CNNIndonesia, Sabtu (1/8). “Pastinya kami akan mengambil tindakan tegas karena sudah menyalahi etika mahasiswa.”

Unair rupanya juga telah mengetahui keberadaan Gilang saat ini. Menurut Suko, Gilang saat ini berada di Kalimantan sejak Maret lalu. Informasi ini didapatkan dari salah seorang kerabat Gilang. “Keluarga di Kalimantan, yang bersangkutan juga di Kalimantan sejak Maret lalu,” beber Suko.

Meski telah mengetahui Gilang berada di Kalimantan, namun pihak Unair masih terus melacak dan mencari tahu dimana tepatnya keberadaan Gilang. Wakil Dekan I FIB Unair, Puji Karyanto mengatakan jika pihaknya terus melacak karena butuh memanggil Gilang untuk segera melakukan klarifikasi atas aksi predatornya.

Puji juga menjelaskan pihak dekanat terus melakukan koordinasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk menginvestigasi kasus ini dari sisi internal Unair. Selain itu, pihak kepolisian juga telah membantu dan mulai bergerak menyelidiki kasus tersebut.

”Kami masih terus melacak dan mencari tahu, karena kami juga berkepentingan segera klarifikasi, serta sidang komisi etik,” jelas Puji. “Kami masih koordinasi dengan adik-adik BEM dan teman seangkatan. Polisi juga sepertinya sedang berusaha terus melacak posisi yang bersangkutan.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts