Kronologi Klaster Koperasi Simpan Pinjam Di Sleman, 30 Orang Positif Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Koperasi simpan pinjam di Sleman telah berubah menjadi klaster virus corona. Begini kronologi penularannya yang menyebabkan sebanyak 30 orang positif COVID-19.

WowKeren - Klaster di lingkungan kerja kembali terjadi. Kali ini, penyebaran virus corona melanda Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang berada di Ngaglik, Sleman. Akibat klaster ini, sebanyak 30 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan kronologi penularan virus di KSP ini. Penyebaran COVID-19 di KSP ini berawal dari 2 karyawan yang baru saja pulang dari luar kota.


Pengurus KSP lantas meminta kedua karyawan itu untuk melakukan swab test demi memastikan mereka tidak terinfeksi virus corona saat bepergian. Hasilnya, keduanya dinyatakan positif COVID-19.

"Semula ada 2 karyawan koperasi tersebut yang baru pulang dari luar kota,” kata Joko seperti dilansir dari IDN Times, Sabtu (1/8). “Dan diminta swab mandiri oleh pengurus, hasilnya positif.”

Pihak Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Sleman langsung melakukan tracing kepada karyawan lain dan keluarganya. Dalam penelusuran itu, akhirnya ditemukan adanya 18 orang karyawan dan 3 orang keluarga karyawan positif terinfeksi virus corona.

”Kemudian kita lakukan tracing terhadap karyawan lain dan keluarganya, ketemu lah kasus-kasus baru tersebut,” jelas Joko. “Total 21, yang keluarga ada 3, yang karyawan ada 18.”

Joko menjelaskan jika pelacakan untuk klaster KSP ini telah selesai dilakukan oleh petugas. Saat ini, pihaknya sedang menunggu hasil swab test dari orang-orang yang telah berkontak dengan karyawan positif COVID-19.

Dinkes Sleman lantas meminta mereka yang sedang menunggu hasil swab test untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sambil menunggu, pihak Dinkes Sleman mengaku masih menyiapkan lokasi isolasi di Asrama Haji.

”Sudah selesai, tapi belum semua keluar hasilnya,” ungkap Joko. “Yang diumumkan hari ini sementara isolasi mandiri sambil menunggu kesiapan Asrama Haji besok Minggu atau Senin.”

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmaladewi mengatakan sebanyak 73 orang sudah di-swab test. Dari jumlah tersebut, 30 orang dinyatakan terkena corona.

Shavitri menjelaskan awalnya data positif dari klaster KSP ini ada 13 orang, dimana 9 orang di antaranya warga Pati dan sudah pulang ke daerah asalnya. Kemudian terjadi penambahan kasus baru pada Sabtu (1/8), sebanyak 17 orang.

Total, klaster KSP memiliki 30 orang positif COVID-19. Rinciannya sebanyak 21 orang merupakan warga Sleman dan 9 orang lainnya merupakan warga Pati. “Iya kami sudah melaporkan ke provinsi (DI Yogyakarta). Provinsi yang akan melanjutkan ke Pati,” pungkasnya.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts