Acha Septriasa Bahas Kejahatan di Tengah Pandemi COVID-19, Rumah Adik Dibobol Rampok
Instagram/septriasaacha
Selebriti

Acha juga menuliskan dukungan penuh untuk pihak kepolisian agar bisa dengan tegas memberantas keresahan masyarakat karena ulah perampok di tengah pandemi corona COVID-19.

WowKeren - Keluarga Acha Septriasa baru saja mengalami musibah. Lewat akun Instagram pribadinya, bintang film "99 Cahaya di Langit Eropa" itu membahas kejahatan di tengah pandemi corona COVID-19 di mana rumah sang adik, Juwita Maritsa dibobol oleh rampok.

"Boleh kah saya berbicara ? saya hanya ingin share sesuatu yang menurut saya penting untuk di share karena menentukan keselamatan kita sebagai warga negara, masyarakat, di tengah pandemi yang segala nya semakin terlihat tidak pasti ini," tulis Acha.


"Resah! Itu yang saya Rasakan, ketika adik kandung saya, yang baru menempati rumah 1 bulan setelah mereka pindah dari rumah orang tua, melanjutkan hidup mereka dengan sedikit demi sedikit gaji yang mereka miliki, dari bekerja," sambung Acha.

"Untuk berusaha hidup mandiri, sebagai pasangan suami istri, Harta benda di dalam kamar dan rumah mereka sendiri, HARUS RAIB, dibawa Perampok, yang secara profesional masuk Di siang Hari melalui pintu pagar depan rumah di kawasan tebet barat, dekat Gelael," imbuh Acha.

Acha mengungkap jika pada Jumat (31/7), Juwita yang baru menjalankan solat Idul Adha, memutuskan untuk pulang karena melihat kejanggalan pada CCTV online yang tiba-tiba mati. Ketika sudah menyalakan kembali, Juwita keluar rumah lagi menuju rumah mertua.

"Siang hari, waktu Juwita masuk ke kamar, barang- barang masih ada di tempatnya, akhirnya Juwita pergi keluar rumah tentunya dengan mengunci pintu gembok dan mengaktifkan kembali CCTV," tambah Acha.

"Seharian mereka pergi berkunjung kerumah sanak saudara dan family, pulang pukul 7 malam, rumah Juwita sudah terbuka pagar nya, meninggalkan bekas gembok yg terbuka, dan Mereka tak berani masuk takut Rampok masih ada, Suami Akhirnya memutuskan untuk menelfon keluarga dan lalu masuk ke dalam rumah secara hati2," sambung Acha.

"Saat itu keluarga Org tua Juwita, yang merupakan Ibu bapak saya bersama suami dan Juwita masuk bersama dan menemukan barang2 berserakan di kamar, TV sudah di ringkus di ruang keluarga , berangkas habis dibawa , padahal di simpan di tempat sangat amat rahasia, berangkas pun baru di beli 1 bulan yg lalu, di ambil langsung dari toko , tanpa jasa deliveryl," imbuh Acha.

"Kami kaget, patah hati, bersyukur karena nyawa kami tidak melayang, namun rasa hati ini sakit, karena semua harta benda yang terdapat surat2 di dalam nya dan tabungan mas kawin hilang di rampok orang yang mungkin telah mengamati rumah kami, bbrp hari ini. Kami cuma ingin Pihak kepolisian, meringkus dan mencari dalang di balik kejadian ini," tambah Acha.

Pada postingan berikutnya, Acha menuliskan dukungan penuh untuk pihak kepolisian agar bisa dengan tegas memberantas keresahan masyarakat karena ulah perampok ini. "Saya berbicara karena saat ini mungkin adik saya, namun kedepan nya, apakah ada jaminan kita bisa merasa aman menyimpan barang2 dirumah sendiri, jika tanpa di telusuri, dan di berikan efek jera kepada Maling dan Komplotan perampok tersebut," tulis Acha.

"Prioritas utama kita saat ini adalah memastikan rasa aman di masyarakat. Teman- teman.. mari sama2 waspada akan fenomena ini, ditengah pandemi, bukan hanya kesehatan kita yang terancam , tapi Ekonomi masyarakat juga terancam dan kriminal makin tak bisa di kendalikan, jangan biarkan Rampok beraksi dan merasa aman berkeliaran tanpa kejaran," pungkas Acha.

(wk/amal)

You can share this post!

Related Posts