Dokter Filipina 'Nyerah' Lawan Corona, Desak Pemerintah Lakukan Lockdown
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Lebih dari 1 juta orang tenaga kesehatan baik dokter dan perawat menyatakan Filipina telah kalah melawan COVID-19. Mereka pun mendesak agar Presiden Duterte untuk kembali me-lockdown Manila dan sekitarnya.

WowKeren - Sejumlah negara di dunia saat ini tengah bertarung dengan ancaman gelombang kedua dan ketiga pandemi corona (COVID-19). Salah satu negara yang tengah menghadapi ancaman tersebut adalah Filipina.

Sayangnya, di tengah "pertarungan" ini lebih dari 1 juta orang tenaga kesehatan baik dokter dan perawat menyatakan Filipina telah kalah melawan COVID-19. Mereka juga mendesak Presiden Rodrigo Duterte untuk memberlakukan kembali lockdown ketat di sekitar Manila.

Dorongan terbesar ini berasal dari 80 kelompok yang mewakili 80.000 dokter dan satu juga perawat, memperingatkan runtuhnya sistem kesehatan dari melonjaknya infeksi virus corona baru yang tidak terkontrol.

Menanggapi persoalan ini, Departemen Kesehatan Filipina menegaskan akan memperbaharui kembali rencana penanganan COVID-19 di negaranya dalam waktu seminggu ke depan. Pemerintah juga menyatakan akan berupaya untuk meningkatkan tenaga kesehatan di Manila yang menjadi garis depan perlawanan terhadap pandemi ini.


Dilansir Reuters, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 dari pemerintah Filipina pada Sabtu (1/8) lalu menyebutkan akan mengeluarkan strategi baru dalam tujuh hari ke depan. Karena itu, Gugus Tugas ini menghimbau kepada seluruh tenaga kesehatan yang berada di provinsi lain dan yang baru kembali dari luar negeri untuk membantu tenaga kerja di ibu kota.

Mereka juga berjanji untuk mencari bantuan ke universitas dan kelompok medis untuk merekrut lebih banyak dokter, perawat dan staf medis lainnya. Namun demikian, pemerintah Duterte ini tampaknya masih enggan untuk kembali untuk kembali menerapkan lockdown dengan mengatakan bahwa ada cara lain untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini.

"Pertempuran belum berakhir, dan belum akan berakhir dalam waktu yang lama," kata Departemen Kesehatan ini dilansir Reuters, Senin (3/8). "Tetapi kita akan mengerahkan segala upaya kita untuk mengubah keadaan."

Sebelumnya, pada Sabtu (1/8) lalu, Filipina melaporkan jumlah kenaikan kasus COVID-19 sebanyak 4.963. Sehingga total kasus positif di negara ini mencapai 98.232 kasus dengan jumlah kematian meningkat menjadi 2.039 kasus. Hingga kini, kasus COVID-19 di Filipina telah menembus 100 ribu lebih kasus, dengan tambahan 5.032 kasus baru.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts