Tak Perlu Capai 350 Derajat Hingga 'Baja Meleleh', Virus Corona Ternyata Mati di Suhu Ini
Health
COVID-19 di Indonesia

Pria yang mengaku sebagai Profesor Hadi Pranoto menyebut virus Corona penyebab COVID-19 baru mati pada suhu 350 derajat Celsius, jauh lebih tahan panas daripada baja. Benarkah?

WowKeren - Video viral wawancara musisi Anji dengan seorang pria yang mengaku sebagai profesor bernama Hadi Pranoto masih menjadi bahasan panas. Tak hanya menyampaikan soal klaim penemuan obat herbal untuk melawan COVID-19, Hadi dan Anji turut membahas soal di suhu berapa virus Corona diperkirakan mati.

Dalam videonya, Hadi menyebut virus Corona baru bisa mati pada suhu 350 derajat Celsius. Bahkan ia membandingkan dengan titik leleh baja yang menurutnya sudah lebur pada suhu itu, menandakan virus Corona luar biasa kuat.

Klaim soal suhu yang diperlukan untuk mematikan virus Corona ini turut dibahas oleh pakar mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Agung Dwi Wahyu Wibowo. Agung menyebut, berdasarkan pengalamannya, virus sudah bisa inaktif pada suhu 120 derajat Celsius.

"Selama ini kami pakai autoklaf yang 120 derajat, itu virusnya sudah inaktif," terang Agung, Minggu (2/8). Autoklaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk sterilisasi benda menggunakan uap panas dan tekanan tinggi.


Karena itulah Agung bingung dengan klaim "350 derajat" ala Hadi karena memang tidak ada metode serta alat sterilisasi kedokteran yang bisa mencapai suhu tersebut. "Sekarang alat apa yang bisa untuk menghilangkan virus sampai suhu itu," tuturnya, dilansir Tempo, Senin (3/8).

Virus sendiri, imbuh Agung, merupakan mikroba paling lemah dibandingkan bakteri atau parasit. Jadi dengan alkohol dan sabun pun sudah cukup untuk membunuh virusnya, termasuk SARS-CoV-2. "Ngapain dibakar sampai suhu itu?" kata Agung.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Herawati Sudoyo. Memang masih diperlukan penelitian lanjut mengenai toleransi suhu mikroba tertentu termasuk virus Corona penyebab COVID-19.

Hanya saja dengan struktur virus yang memiliki selaput pelapis ganda yang terdiri dari lemak dan protein membuat mikroba itu bisa mati bila dipanaskan. Namun ternyata juga tidak perlu sampai suhu 350 derajat Celsius. "Hasil studi menyatakan bahwa pada suhu 56 derajat Celsius, membran akan rusak," pungkas Herawati.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts