Putri Diana Sebut William Lebih Cocok Gantikan Ratu Elizabeth Dibanding Charles, Ini Sebabnya
Selebriti

Hal ini terungkap dalam wawancara Diana bersama BBC1 pada November 1995 silam, kurang dari dua tahun sebelum kematian tragis sang Princess of Wales tersebut.

WowKeren - Putri Diana rupanya menganggap jika putra sulungnya, Pangeran William, lebih cocok menggantikan Ratu Elizabeth II menjadi pemimpin Inggris Raya selanjutnya dibandingkan Pangeran Charles.

Hal ini terungkap dalam wawancara Diana bersama BBC1 pada November 1995 silam, kurang dari dua tahun sebelum kematian tragis sang Princess of Wales tersebut. Kala itu, Diana berbicara sisi tak terduga dari perceraiannya dengan Pangeran Charles.

Dilansir dari People pada Senin (3/8), kala itu Martin Bashir selaku pewaancara bertanya pada Diana apakah ia percaya sang putra, Pangeran William yang saat itu berusia 13 tahun, lebih layak menggantikan Ratu Elizabeth sebagai pemegang kuasa Kerajaan Inggris.

"Apakah Anda pikir bakal lebih masuk akal dalam konteks konflik pernikahan yang Anda miliki dengan Prince of Wales bila posisi raja diturunkan langsung ke putra Anda, Pangeran William?" tanya Bashir kala itu.

Awalnya, Putri Diana menilai bahwa pertanyaan itu kurang sesuai lantaran William masih teramat muda. "Lalu Anda harus melihat bahwa William sangat muda saat itu, maukah Anda meletakkan beban seperti itu ke pundak anak sebegitu muda? Jadi, saya tak bisa menjawab pertanyaan tersebut," jawab Diana.

"Apakah itu harapan Anda saat Pangeran Willam cukup umur bahwa ia sebaiknya menggantikan Ratu Elizabeth ketimbang Prince of Wales?" sambung Bashir.


Di luar dugaan, Diana justru terang-terangan menyindir sang mantan suami dan mengiyakan pertanyaan Bashir. "Harapan saya, suami saya menemukan keterangan pikiran, dan menjawab pertanyaan itu, iya," tutur Putri Diana.

Di sisi lain, sebenarnya hingga kini mayoritas rakyat Inggris disebut-sebut lebih setuju William dan istrinya, Kate Middleton, langsung naik takhta dan melompati Charles beserta istrinya, Camilla.

Bukan tanpa alasan, rupanya Camilla menjadi faktor terkuat yang mempengaruhi hal tersebut. Semenjak skandal perselingkuhan Charles dengan Camilla mencuat dan perceraiannya dengan Diana, publik seakan tak lagi menaruh hormat pada sang Prince of Wales. Pasalnya, jika Charles naik takhta, maka Camilla otomatis akan menjadi Ratu. Oleh karena itu, sebagian besar justru mendukung agar William yang mengampu takhta berikutnya dari Ratu Elizabeth.

Berdasarkan voting yang dilakukan oleh Express.co.uk, sekitar 61% warga Inggris menolak Charles naik takhta karena tak mau Camilla menjadi Ratu mereka. 35% warga lain memilih setuju, sedangkan 4% sisanya mengaku abstain (tidak memihak).

Kendati demikian, pada April 2018, Ratu Elizabeth telah menunjuk Pangeran Charles sebagai pemimpin Commonwealth selanjutnya. Ratu meminta secara formal pada Commonwealth Heads of Government untuk menunjuk Charles sebagai penerusnya.

Pada 1701 Act of Settlement diatur bahwa penerus takhta kerajaan harus pewaris kandung dan seorang Protestan. Kriteria ini merujuk ke Pangeran Charles, bukan Pangeran William. Juga, hukum ini tak bisa diubah sang Ratu sesuka hati. Kalau pun Ratu Elizabeth mau melewati Pangeran Charles dan menyerahkan kekuasaan ke Pangeran William, ia tak punya kuasa dalam memilih penerusnya.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts