Terungkap Kronologi Rumah Adik Acha Septriasa Dibobol Maling, Ini Kendala Kejar Pelaku
WowKeren/Fernando
Selebriti

Rumah adik Acha Septriasa, Juwita Maritsa dibobol maling pada Jumat (31/7) lalu. Pihak kepolisian Tebet, Jakarta Selatan mengungkap hasil penyelidikan aksi perampok rumah Juwita.

WowKeren - Belum lama ini Acha Septriasa menceritakan kejadian mengerikan saat perampok membobol rumah adiknya, Juwita Maritsa pada saat Hari Raya Idul Adha, Jumat, (31/7) . Harta benda di dalam kamar dan rumah Juwita pun raib di tangan perampok. Padahal Juwita baru menempati rumah tersebut selama satu bulan setelah pindah dari kediaman orangtua.

Aksi pembobolan rumah Juwita tersebut langsung dilaporkan Juwita pada Polsek Tebet, Jakarta Selatan. Sejauh ini pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut dengan pemeriksaaan saksi serta olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

"Kejadian kemarin ada satu rumah yang dibongkar oleh pelaku-pelaku, sementara masih kita dalami karena kita masih periksa saksi korban, baik suami ataupun istri," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus ditemui WowKeren di Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (3/8). "Kita telah melakukan olah TKP disana, sabar aja temen-temen, mudah-mudahan segera dapat diatasi."

Pihak kepolisian menceritakan kronologi pembobolan rumah Juwita. Kala itu Juwita beserta keluarga memang sedang keluar rumah dan baru kembali sekitar pukul 7 malam.

"Diperkirakan sekitar tanggal 31 Juli kemarin ya, dimana pemilik rumah sedang keluar rumah ke daerah Bintaro," jelasnya. "Dan saat kembali sekitar pukul 7 sore, rumah sudah dalam keadaan terbongkar."


Juwita sekeluarga dikabarkan kehilangan brankas berisi emas dan uang puluhan juta. Namun pihak kepolisian memiliki kendala untuk mengetahui siapa dan berapa pelaku yang beraksi saat merampok rumah Juwita. Hal tersebut karena dekoder CCTV yang ada di dalam rumah ikut diambil pelaku.

"Kehilangan brangkas yang berisi emas, uang puluhan juta, ada laptop," bebernya. "Juga yang menjadi kendala adalah CCTV-nya yang ada di dalam dekodernya juga diambil oleh pelaku kita masih lakukan pendalaman."

Sebelumnya, Acha menuliskan dukungan penuh untuk pihak kepolisian agar bisa dengan tegas memberantas keresahan masyarakat karena ulah perampok ini. Ia juga mengingatkan agar selalu waspada pada tindak kriminal seperti itu, terlebih pada kondisi pandemi COVID-19.

"Saya berbicara karena saat ini mungkin adik saya, namun kedepan nya, apakah ada jaminan kita bisa merasa aman menyimpan barang-barang dirumah sendiri, jika tanpa di telusuri, dan di berikan efek jera kepada Maling dan Komplotan perampok tersebut," tulis Acha. "Prioritas utama kita saat ini adalah memastikan rasa aman di masyarakat. Teman- teman.. mari sama-sama waspada akan fenomena ini, ditengah pandemi, bukan hanya kesehatan kita yang terancam , tapi Ekonomi masyarakat juga terancam dan kriminal makin tak bisa di kendalikan, jangan biarkan Rampok beraksi dan merasa aman berkeliaran tanpa kejaran."

(wk/tria)

You can share this post!

Related Posts