Sempat 'Panen Raya', Kini Seribu Kasus Corona Secapa AD Bandung Sudah Sembuh
https://secapaad.mil.id/
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan lebih dari seribu pasien COVID-19 di klaster Secapa TNI AD Kota Bandung sudah sembuh. Mereka pun sudah kembali bertugas.

WowKeren - Pada awal Juli 2020 kemarin Indonesia dibuat geger dengan temuan klaster besar COVID-19 di Bandung, Jawa Barat. Sebab total ada lebih dari seribu pasien positif COVID-19 yang dikonfirmasi oleh klaster yang terletak di Sekolah Calon Perwira TNI AD Bandung.

Namun kabar gembira terus disampaikan dari klaster ini. Termasuk soal kesembuhan lebih dari seribu pasien COVID-19 di klaster tersebut, seperti disampaikan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Ridwan sendiri mengaku mendapatkan informasi ini dari Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Siliwangi. Unit Kesehatan Kodam (Kesdam) Siliwangi sendiri sudah menerjunkan timnya untuk melakukan uji swab terhadap para pasien positif secara berkala sampai dinyatakan negatif.

Lebih lanjut, menurut Ridwan, saat ini mereka yang sudah sembuh kembali bertugas seperti sediakala. Sedangkan masih ada sekitar 200-an siswa Secapa TNI AD yang melakukan karantina mandiri karena belum dinyatakan negatif COVID-19.


"Akibatnya (dampaknya) angka kesembuhan Jawa Barat sekarang lebih tinggi dibanding yang positif aktif. Yang sembuhnya 3.992, sementara yang aktif hanya 2.435 orang," ujar Ridwan lewat keterangan tertulisnya, Senin (3/8). "Bahwa jumlah yang sembuh di Jawa Barat, sudah jauh lebih tinggi dibandingkan yang sakit."

Mantan Wali Kota Bandung itu menyebut angka reproduksi virus alias laju penularan COVID-19 di Jabar selama sepekan terakhir mencapai 1,05. Jelas masih tinggi karena standarnya di bawah satu, oleh karenanya Ridwan dan jajaran akan terus melaksanakan tes COVID-19 secara masif.

Sasaran tes swab sendiri adalah daerah perkantoran dan lokasi kerumunan massa di dalam ruangan. "Diperkantoran apalagi di dalam ruangan, potensi paparan virus ini sangat tinggi. Apalagi di ruangan ber-AC, untuk itu setiap ruangan perkantoran yang memiliki jendela agar membukanya agar sirkulasi udara dapat masuk," terang Ridwan, dilansir Liputan 6.

Ridwan pun sangat menganjurkan apabila ada kegiatan perkantoran yang dilakukan di ruangan terbuka. Hal serupa pun turut disampaikan kepada warga Jabar yang hendak menggelar resepsi pernikahan di tengah pandemi COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts