Sekolah Dibuka Lagi, Ini Kata Dokter Soal Anak Disarankan Rapid Test Mandiri
Health
Sekolah di Tengah Corona

Anak-anak yang hendak masuk kembali ke sekolah di zona hijau disarankan untuk melakukan rapid test mandiri untuk memastikan keamanan. Namun, ada dokter menyarankan hal lain. Apa?

WowKeren - Sejumlah sekolah di zona hijau telah kembali mengadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Para orang tua yang khawatir pun disarankan untuk melakukan rapid test secara mandiri pada sang anak.

Terkait saran tersebut, dr. Firda Fairuza, Sp.A. mengatakan jika rapid test memang perlu untuk dilakukan. Namun, ada baiknya jika orang tua mengetahui lingkungan dan area sekita sekolah terkait adanya diduga suspek atau terkonfirmasi positif COVID-19 atau tidak.

Namun, Firda lebih menyarankan agar anak-anak melakukan tes PCR agar hasilnya lebih akurat dan aman. "Tentunya baiknya langsung dikonfirmasi dengan PCR demi mencari keamanan. Karena kan rapid hanya 40 persen ya untuk positif efeknya," ujarnya di acara "#NGOVEE: Persiapan Anak Kembali Ke Sekolah saat New Normal.

"Kalau memang mau masuk sekolah, boleh saja sih," lanjutnya. "Biasanya kan diatur dari pihak sekolah, apakah dari orang tuanya, apakah guru juga menjalani rapid test."


Kendati demikian, belum ada kewajiban dari pemerintah untuk melakukan rapid test anak sekolah. "Tapi ini belum ada kewajiban ya, karena memang dari pemerintah mungkin kebijakannya seperti apa dulu," katanya.

"Karena untuk tes ini kan punya dana khusus juga ya. Tentunya jumlah anak sekolah kan banyak sekali, apakah siap pemerintah mau menyiapkan," paparnya. "Kalau memang nanti diwajibkan rapid test, nanti menimbulkan pertanyaan baru nih pasti, apakah dari pihak orang tua difasilitasi untuk melakukan rapid test."

Jadi, perlu atau tidaknya rapid test mandiri lebih baik ditanyakan dahulu ke pihak sekolah ya. Karena sekolah yang sudah buka pastinya memiliki aturan dan protokol kesehatan demi menjaga guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memberikan sinyal untuk membuka sekolah meski tidak berada di zona hijau. Salah satu evaluasi yang dilakukan Kemendikbud adalah terkait izin pembukaan sekolah di wilayah zona kuning atau resiko rendah virus corona (COVID-19). Kemendikbud menyatakan akan memberikan aturan yang ketat jika akhirnya memberi lampu hijau sekolah-sekolah di zona kuning untuk dibuka kembali.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts