Begini Pengakuan Mengejutkan Pasien COVID-19 Yang Sukses Jalani Transplantasi Paru
AP/Charles Rex Arbogast
Dunia
Pandemi Virus Corona

Mayra Ramirez (28) membagikan pengalamannya pasca menjalani operasi transplantasi paru-paru. Pasalnya organ vital pernapasannya itu rusak berat akibat infeksi virus Corona.

WowKeren - Diketahui infeksi virus Corona alias COVID-19 berpotensi menyebabkan kerusakan permanen pada organ dalam seseorang. Yang paling parah tentu saja paru-paru karena virus SARS-CoV-2 secara spesifik menyerang organ pernapasan itu.

Dan seorang pasien COVID-19 bernama Mayra Ramirez (28) di Chicago, Amerika Serikat, merupakan orang pertama di negara itu yang menjalani operasi transplantasi paru-paru. Berhasil "hidup kembali" akibat operasi transplantasi luar biasa itu, Ramirez pun membagikan pengakuannya pasca dibedah.

Satu-satunya perasaan yang terlintas pasca ia sadar dari operasinya adalah Ramirez tidak bisa "mengenali" tubuhnya. Ia hanya teringat keputusan terakhir yang dibuatnya adalah "pasrah" pada keputusan medis oleh dokter dan ibu serta kakaknya.

"Saya melihat badan saya sendiri dan merasa tak mengenalinya lagi," ujar Ramirez pada Kamis (30/7) pekan lalu. "Saya tidak memiliki kemampuan kognitif untuk menyadari hal yang terjadi. Yang saya pikirkan cuma saya butuh air minum."


Keputusan transplantasi paru-paru secara utuh harus ditempuh karena organ vital Ramirez dipenuhi dengan lubang dan luka akibat COVID-19. Ia sendiri juga mengalami reaksi autoimun yang sangat parah sehingga terpaksa menjalani transplantasi paru-paru penuh pertama di AS.

Ramirez mengaku memerlukan beberapa waktu untuk "menerima" paru-paru yang didonorkan kepadanya, baik secara harfiah maupun konotatif. "Saya akhirnya tersadar 'ada keluarga di luar sana yang kehilangan orang tercintanya' dan saya memiliki paru-paru orang itu sekarang. Saya sangat beruntung bisa menerima anugerah ini," ujar Ramirez.

Selain Ramirez, pasien COVID-19 lain bernama Brian Kuhns (62) juga ikut menjalani operasi yang sama. Kesembuhan Ramirez dan Kuhns pun memberi angin segar untuk prosedur transplantasi paru-paru demi menyelamatkan mereka yang organ vital pernapasannya rusak.

"Sekarang transplantasi paru-paru bisa menjadi opsi untuk penyelamatan pasien dengan kondisi sangat kritis. Mayra dan Brian adalah bukti nyata dan hidup prosedur besar itu," kata Ahli Bedah Northwestern Medicine Lung Transplant Program, Dr. Ankit Bharat, dikutip Insider, Senin (3/8).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts